Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 05.38 WIB

5 Jenis Penundaan saat Melakukan Sesuatu yang Perlu Diperhatikan supaya Tidak Menghabiskan Waktu

Ilustrasi jenis penundaan saat melakukan pekerjaan yang perlu diperhatikan (stockking/freepik.com)

JawaPos.com - Setiap orang pasti pernah menunda sesuatu, tapi tahukah dirimu bahwa penundaan itu ternyata memiliki berbagai jenis? Memahami jenis penundaan yang dialami mampu menjadi langkah awal yang penting guna menemukan solusi yang tepat.

Dengan mengetahui penyebab dan pola penundaan, kamu dapat mengatasinya secara lebih efektif dan meningkatkan produktivitas sehari-hari.

Merangkum Use Mind Scape, berikut deretan jenis penundaan saat melakukan sesuatu yang perlu diperhatikan supaya tidak menghabiskan waktu.

1. Penundaan aktif

Penunda aktif merupakan tipe orang yang sengaja menunda pekerjaan karena merasa mereka mampu bekerja lebih maksimal ketika berada di bawah tekanan. Mereka sadar akan tenggat waktu, namun tetap memilih menunda hingga detik-detik terakhir. Produktivitas mereka biasanya melonjak mendekati deadline.

Meski strategi ini mungkin terasa efektif bagi sebagian orang, sayangnya, kebiasaan ini juga mampu membawa dampak negatif. Risiko seperti stres berlebih, keputusan tergesa-gesa, dan kesalahan akibat kurangnya waktu guna meninjau pekerjaan dengan teliti sering tidak dapat dihindari.

2. Penundaan pasif

Berbeda dari penunda aktif, penunda pasif biasanya menunda tugas bukan karena pilihan sadar, melainkan akibat merasa kewalahan atau dilumpuhkan oleh keraguan. Mereka kerap mengalami kesulitan dalam memulai pekerjaan dan bingung dalam menentukan prioritas, sehingga merasa terjebak dalam tumpukan tanggung jawab yang tak kunjung selesai.

Akibatnya, banyak tugas yang tertunda atau diselesaikan secara tidak optimal karena kurangnya perencanaan dan fokus. Pola penundaan seperti ini sering memicu kecemasan yang semakin memperburuk produktivitas dalam diri seseorang.

3. Penundaan perfeksionis

Penunda yang perfeksionis sering terjebak dalam ketakutan bahwa hasil kerja mereka tidak akan cukup baik. Oleh sebabitu, mereka cenderung menunda memulai atau menyelesaikan tugas, bahkan jika mereka punya kemampuan yang mumpuni. Mereka menetapkan standar yang sangat tinggi bahkan terkadang tidak realistis bagi diri sendiri.

Akibatnya, mereka dapat terus-menerus merencanakan, memperbaiki, atau mengulang tanpa pernah merasa puas. Siklus ini membuat kemajuan menjadi terhambat dan tugas pun tak kunjung selesai. Ketakutan akan kegagalan, baik dalam memenuhi ekspektasi pribadi maupun orang lain, menjadi pemicu utama perilaku menghindar yang merugikan produktivitas.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore