Ilustrasi jenis penundaan saat melakukan pekerjaan yang perlu diperhatikan (stockking/freepik.com)
JawaPos.com - Setiap orang pasti pernah menunda sesuatu, tapi tahukah dirimu bahwa penundaan itu ternyata memiliki berbagai jenis? Memahami jenis penundaan yang dialami mampu menjadi langkah awal yang penting guna menemukan solusi yang tepat.
Dengan mengetahui penyebab dan pola penundaan, kamu dapat mengatasinya secara lebih efektif dan meningkatkan produktivitas sehari-hari.
Merangkum Use Mind Scape, berikut deretan jenis penundaan saat melakukan sesuatu yang perlu diperhatikan supaya tidak menghabiskan waktu.
Baca Juga: 6 Langkah Mengatasi Penundaan yang Dapat Diterapkan secara Mudah dan Efektif agar Lebih Disiplin
1. Penundaan aktif
Penunda aktif merupakan tipe orang yang sengaja menunda pekerjaan karena merasa mereka mampu bekerja lebih maksimal ketika berada di bawah tekanan. Mereka sadar akan tenggat waktu, namun tetap memilih menunda hingga detik-detik terakhir. Produktivitas mereka biasanya melonjak mendekati deadline.
Meski strategi ini mungkin terasa efektif bagi sebagian orang, sayangnya, kebiasaan ini juga mampu membawa dampak negatif. Risiko seperti stres berlebih, keputusan tergesa-gesa, dan kesalahan akibat kurangnya waktu guna meninjau pekerjaan dengan teliti sering tidak dapat dihindari.
2. Penundaan pasif
Berbeda dari penunda aktif, penunda pasif biasanya menunda tugas bukan karena pilihan sadar, melainkan akibat merasa kewalahan atau dilumpuhkan oleh keraguan. Mereka kerap mengalami kesulitan dalam memulai pekerjaan dan bingung dalam menentukan prioritas, sehingga merasa terjebak dalam tumpukan tanggung jawab yang tak kunjung selesai.
Akibatnya, banyak tugas yang tertunda atau diselesaikan secara tidak optimal karena kurangnya perencanaan dan fokus. Pola penundaan seperti ini sering memicu kecemasan yang semakin memperburuk produktivitas dalam diri seseorang.
3. Penundaan perfeksionis
Penunda yang perfeksionis sering terjebak dalam ketakutan bahwa hasil kerja mereka tidak akan cukup baik. Oleh sebabitu, mereka cenderung menunda memulai atau menyelesaikan tugas, bahkan jika mereka punya kemampuan yang mumpuni. Mereka menetapkan standar yang sangat tinggi bahkan terkadang tidak realistis bagi diri sendiri.
Akibatnya, mereka dapat terus-menerus merencanakan, memperbaiki, atau mengulang tanpa pernah merasa puas. Siklus ini membuat kemajuan menjadi terhambat dan tugas pun tak kunjung selesai. Ketakutan akan kegagalan, baik dalam memenuhi ekspektasi pribadi maupun orang lain, menjadi pemicu utama perilaku menghindar yang merugikan produktivitas.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
