Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Juli 2025 | 00.50 WIB

8 Nasihat Keuangan ‘Cerdas’ yang Diajarkan Generasi Baby Boomer Tapi Justru Jadi Jebakan Untuk Generasi Muda

8 Nasihat Keuangan ‘Cerdas’ yang Diajarkan Generasi Baby Boomer Tapi Justru Jadi Jebakan Untuk Generasi Muda - Image

8 Nasihat Keuangan ‘Cerdas’ yang Diajarkan Generasi Baby Boomer Tapi Justru Jadi Jebakan Untuk Generasi Muda

JawaPos.com - Selama bertahun-tahun, kesenjangan antargenerasi dalam hal uang makin terasa jelas. Para senior di kantor mungkin bangga pernah membeli rumah di usia 25 tahun, dengan cicilan yang tak lebih dari sepertiga gaji bulanan.

Sementara itu, banyak anak muda usia 30-an masih tinggal bareng teman sekamar, sibuk menghitung-hitung apakah cukup untuk DP rumah pertama.

Aturan keuangan zaman dulu tidak semuanya buruk tapi banyak yang sudah ketinggalan zaman. Masih sering diajarkan, masih terdengar meyakinkan, tapi efeknya? Bisa bikin kamu nyungsep secara finansial.

Berikut delapan nasihat keuangan yang dulu mungkin masuk akal tapi sekarang sebaiknya kamu pikirkan ulang.

1. “Selalu beli rumah, jangan nyewa nyewa itu buang-buang uang”

Ini salah satu nasihat paling sering diulang dan paling sering bikin salah langkah.

Dulu, generasi Baby Boomer bisa beli rumah dengan harga sekitar 4x lipat dari pendapatan tahunan mereka.

Sekarang? Angka itu bisa lebih dari 6x lipat, bahkan dua digit di kota besar. Dan jangan lupa biaya pemeliharaan, pajak, sampai risiko kehilangan fleksibilitas di dunia kerja yang makin cepat berubah.

Kepemilikan rumah memang bisa jadi aset. Tapi bukan satu-satunya cara membangun kekayaan. Di banyak kasus, menyewa sambil menginvestasikan selisih biaya justru lebih cerdas dan lebih ringan secara emosional.

Jadi, kalau kamu masih menyewa, itu bukan kegagalan. Itu strategi.

2. “Dapatkan pekerjaan tetap dan bertahan selama 30 tahun”

Dulu, ini resep aman: kerja puluhan tahun, pensiun tenang.

Sekarang? Kebanyakan orang di bawah 40 bahkan nggak yakin pensiun itu akan eksis seperti dulu. Data menunjukkan bahwa pindah kerja bisa menghasilkan kenaikan gaji hampir dua kali lipat dibanding bertahan.

Dan dengan ekonomi freelance dan kontrak yang makin marak, loyalitas pada satu perusahaan bukan lagi jaminan stabilitas.

Bertahan di satu tempat justru bisa bikin gaji stagnan dan keterampilan ketinggalan zaman. Jadi, berpindah bukan tanda tidak setia tapi cara untuk bertumbuh.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore