Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Juni 2025 | 16.23 WIB

7 Kalimat yang Tampaknya Menghibur Tapi Justru Menyakiti, Ini Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Menemani Seseorang yang Berduka

7 Kalimat yang Tampaknya Menghibur Tapi Justru Menyakiti - Image

7 Kalimat yang Tampaknya Menghibur Tapi Justru Menyakiti

JawaPos.com - Kesedihan adalah perasaan yang dalam, kompleks, dan personal. Di saat kehilangan melanda—baik karena kematian, perpisahan, atau tragedi lainnya—dukungan dari orang-orang terdekat menjadi sangat berarti. Namun, niat baik tidak selalu diiringi oleh kata-kata yang tepat.

Sering kali, karena ketidaktahuan atau rasa canggung, kita mengucapkan frasa-frasa klise yang terdengar menenangkan, padahal justru bisa memperparah rasa duka yang dialami seseorang. Menurut pendekatan psikologis, empati dan validasi emosi jauh lebih efektif daripada menyodorkan "penghiburan" kosong.

Dilansir dari laman Geediting, dalam artikel ini, kita akan membahas 7 frasa umum yang sebaiknya tidak diucapkan kepada seseorang yang sedang berduka, mengapa hal tersebut menyakitkan, dan apa alternatif yang lebih empatik.

1. "Setidaknya..."

Frasa seperti:

"Setidaknya dia tidak menderita terlalu lama."

"Setidaknya kamu masih punya anak yang lain."

...dimaksudkan untuk menghibur, namun sering kali justru menyakitkan. Kalimat ini mengandung unsur perbandingan yang secara tidak langsung menuntut orang yang sedang berduka untuk "melihat sisi terang" dari kehilangan mereka.

Menurut penelitian dalam Journal of Loss and Trauma, respons semacam ini bisa memunculkan rasa bersalah atau marah karena merasa tidak diberi ruang untuk merasakan kesedihannya secara penuh.

Alternatif yang lebih baik:

"Aku tahu ini sangat berat untukmu. Aku di sini kalau kamu butuh teman bicara."

2. "Aku tahu bagaimana perasaanmu."

Kalimat ini sering diucapkan untuk menunjukkan empati, tetapi bisa dianggap meremehkan pengalaman pribadi seseorang. Karena kebenarannya: tidak ada dua orang yang benar-benar merasakan hal yang sama saat berduka.

Psikolog klinis menjelaskan bahwa setiap pengalaman kehilangan adalah unik, bergantung pada hubungan, sejarah emosional, dan konteks kehilangan itu sendiri.

Alternatif:

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore