Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Juni 2025 | 17.28 WIB

Dari Psikolog untuk Orang Tua Jika Anak Jadi Korban Asusila

Ilustrasi pelajar. Dok JawaPos - Image

Ilustrasi pelajar. Dok JawaPos

JawaPos.com - Kasus asusila anak di Bekasi, Jawa Barat, sangat memilukan. Apalagi pelaku berusia 8 tahun dan korban masih 4 tahun. Orang tua korban maupun pelaku pun sangatlah sedih.

Psikolog Dody Tri meminta orang tua untuk tidak sekali-kali meminta korban cepat sembuh dari rasa trauma yang dialami. Sebab, biasanya orang tua tidak tega melihat kondisiniya anaknya, seperti murung hingga ketakutan. Orang tua tentu berharap anaknya bisa kembali normal seperti semula.

"Sudah ya, jangan dipikirin, ayo semangat, sudah lewat kok," ujar Dody Tri menirukan perkataan orang tua yang biasanya tidak mau melihat anaknya sedih, kepada JawaPos.com, Rabu (11/6).

Dody Tri menekankan, hal itu salah. Menurut dia, luka emosional dan traumatis tidak bisa sembuh hanya dengan orang tua meminta anaknya lekas sembuh. "Yang dibutuhkan anak bukan omelan untuk kuat, tapi pelukan yang mengatakan, 'kamu aman sekarang, dan kamu berhak sembuh dengan caramu sendiri'," ujar Dody Tri.

Selain itu, dia juga meminta agar orang tua tidak memaksa anak untuk melupakan pengalaman pahit yang dia rasakan setelah menjadi korban asusila. "Ajak dia merasa dimengerti. Kadang, hadir dan mendengar jauh lebih menyembuhkan dari pada seribu nasihat," kata Dody Tri.

Untuk diketahui, kasus asusila dilakukan anak 8 tahun di Bekasi terungkap ke publik setelah NDP, ibu dari anak berusia 4 tahun yang menjadi korbannya mengungkapkan hal itu melalui media sosial dan kemudian mendapat atensi dari banyak pihak.

Ibu korban baru tahu bahwa anaknya menjadi korban setelah dia tidak mau menginap di rumah kakek- neneknya. Selain itu, anaknya juga menolak ke masjid meski Azan berkumandang.

Hal ini cukup aneh bagi ibunya mengingat sang putra biasanya langsung bergegas ke masjid begitu mendengar kumandang azan. Setelah ditanya, anaknya mengaku temannya melakukan sodomi padanya. Bukan hanya satu kali, katanya sampai 3 kali.

Dia pun marah, emosi, sampai gemetar usai mengetahui cerita anaknya menjadi korban tindakan tak senonoh dari pelaku yang juga anak-anak.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore