Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 19.40 WIB

Orang Ber-EQ Tinggi Biasanya akan Mengatakan 8 Frasa Ini ketika Batasan Pribadi Mereka Dilanggar Orang Lain, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang dengan tenang dan bijak mengekspresikan perasaannya saat batasan pribadinya dilanggar dalam sebuah interaksi. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang dengan tenang dan bijak mengekspresikan perasaannya saat batasan pribadinya dilanggar dalam sebuah interaksi. (Freepik)

JawaPos.com – Memiliki batasan pribadi yang jelas sangatlah krusial dalam setiap bentuk hubungan, namun seringkali batasan itu tanpa disengaja atau bahkan sengaja dilanggar oleh pihak lain.

Menghadapi situasi semacam ini bisa terasa sangat sulit dan membuat kita bingung bagaimana harus merespons dengan tepat serta bijaksana.

Orang dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi menunjukkan pola komunikasi berbeda saat batasan pribadi mereka dilangkahi oleh pihak lain yang berinteraksi dengannya.

Mereka mampu mengekspresikan diri secara efektif, menjaga integritas, tanpa perlu menyerang atau menyalahkan lawan bicara secara personal.

Melansir dari Geediting.com Rabu (4/6), ada delapan ungkapan kunci yang sering mereka gunakan dalam situasi sensitif semacam itu untuk menjaga diri.

  1. "Ini membuat saya merasa (emosi tertentu)"

Mereka cenderung fokus sepenuhnya pada perasaan internal yang timbul akibat pelanggaran batasan tersebut, bukan pada tindakan menyalahkan orang lain secara langsung atau personal.

Ungkapan ini secara efektif membantu mengubah fokus percakapan dari tuduhan menjadi diskusi produktif tentang dampak perilaku pada diri pribadi.

  1. "Batasan saya adalah (menyebut batasan), saya butuh anda menghargainya"

Mereka menyampaikan batasan pribadi dengan sangat lugas dan jelas, tanpa keraguan atau kata-kata berbelit yang mungkin membingungkan lawan bicara di hadapan mereka.

Ungkapan ini secara tegas menetapkan ekspektasi spesifik tentang perilaku yang dapat diterima ke depannya dalam interaksi tersebut.

  1. "Saya butuh (tindakan spesifik) dari anda untuk melanjutkan"

Mereka membuat permintaan konkret dan terukur mengenai langkah selanjutnya yang diharapkan dari pihak lain agar situasi dapat membaik secara signifikan.

Ini menunjukkan sikap proaktif untuk menyelesaikan masalah yang ada, bukan hanya menyampaikan keluhan tanpa memberikan solusi nyata.

  1. "Saya memahami perspektif anda, namun..."

Mereka menunjukkan empati dengan mengakui pandangan lawan bicara terlebih dahulu secara verbal sebelum menegaskan kembali kebutuhan atau batasan diri sendiri dengan tegas.

Ungkapan ini membantu menjaga suasana percakapan agar tetap terbuka dan konstruktif meskipun ada ketidaksepakatan yang harus dibahas bersama.

  1. "Mari kita cari solusi bersama-sama"

Mereka mengundang partisipasi aktif dari pihak lain untuk mencari jalan tengah yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak yang terlibat.

Ini menunjukkan keinginan kuat untuk berkolaborasi dan menemukan titik temu daripada hanya menuntut atau bersikap konfrontatif dalam diskusi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore