
Ilustrasi seseorang yang membawa beban emosional masa lalu yang memengaruhi perilakunya saat dewasa dalam interaksi sosial. (Freepik)
JawaPos.com - Pengalaman yang kita alami selama masa kanak-kanak ternyata memiliki pengaruh signifikan membentuk siapa diri kita saat menginjak usia dewasa nanti. Perasaan yang mendalam seperti merasa tidak diinginkan atau kurang dicintai bisa meninggalkan jejak emosional yang kuat dalam diri.
Perasaan sulit dan menyakitkan dari masa lalu tersebut sering kali tanpa disadari termanifestasi menjadi pola perilaku tertentu ketika kita berinteraksi di masa dewasa. Kebiasaan-kebiasaan ini muncul seolah sebagai mekanisme bertahan untuk mengatasi luka batin yang mungkin belum sepenuhnya tersembuhkan sejak lama.
Melansir Geediting.com pada Minggu (11/05), berikut adalah beberapa perilaku khas yang sering diperlihatkan orang dewasa yang jauh di lubuk hatinya merasa kurang dicintai sewaktu kecil.
1. Kesulitan Menolak Permintaan Orang Lain
Satu di antara tanda yang menonjol adalah kecenderungan kuat untuk selalu menyetujui atau memenuhi permintaan orang lain meskipun itu sangat membebani diri sendiri. Ada rasa takut yang mengakar dalam diri bahwa penolakan akan berujung pada ditinggalkan atau tidak disukai oleh orang tersebut di kemudian hari.
2. Takut Ditinggalkan oleh Orang Tercinta
Mereka sering kali diliputi kecemasan yang ekstrem dan rasa tidak aman ketika ada potensi hubungan dengan orang terdekat terasa sedikit renggang atau terancam. Ketakutan mendalam ini bisa termanifestasi dalam perilaku terlalu melekat atau bahkan mendorong orang tersebut menjauh lebih dulu sebagai bentuk antisipasi penolakan.
3. Memiliki Harga Diri yang Sangat Rendah
Pandangan internal mereka terhadap diri sendiri cenderung sangat kritis dan negatif, bahkan ketika orang lain melihat banyak kualitas positif dalam diri mereka. Perasaan tidak berharga yang tertanam kuat sejak pengalaman di masa kecil sulit diubah meskipun mereka sudah mencapai banyak hal di masa dewasa.
4. Selalu Mencari Pengakuan dari Luar
Rasa percaya diri dan nilai diri mereka seolah sangat bergantung pada validasi, pujian, atau persetujuan yang datang secara eksplisit dari orang lain di lingkungan sekitar. Mereka merasa belum sepenuhnya cukup baik atau bernilai sampai ada orang lain yang memberikan afirmasi positif atas keberadaan atau pencapaian mereka.
5. Kesulitan Mempercayai Niat Baik Orang Lain
Butuh waktu sangat lama dan banyak bukti konsisten bagi mereka untuk bisa sepenuhnya menaruh kepercayaan pada ketulusan atau kejujuran niat baik orang baru yang ditemui. Pengalaman pahit di masa lalu sering kali meninggalkan jejak kewaspadaan dan kecurigaan terhadap motif tersembunyi orang lain di sekitar mereka.
6. Menghindari Kedekatan Emosional yang Mendalam
Membuka diri sepenuhnya secara emosional atau menunjukkan kerentanan di hadapan orang lain terasa seperti tindakan yang sangat berisiko dan menakutkan bagi mereka. Ada rasa takut tersembunyi bahwa jika orang lain benar-benar melihat ke dalam diri mereka, mereka akan segera ditinggalkan atau ditolak begitu saja.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
