
Ilustrasi interaksi orang minim empati. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang seolah sulit sekali memahami perasaan atau sudut pandang orang lain dalam interaksi sehari-hari? Rasanya seperti ada dinding tak terlihat yang menghalangi mereka merasakan apa yang dirasakan orang di sekitarnya pada momen tertentu.
Psikologi menyebut kondisi kurang peka terhadap emosi orang lain ini sebagai minim empati, bahkan terkadang sampai nol sama sekali. Menariknya, orang-orang dengan sifat ini sering kali tidak menyadari dampak perilaku mereka terhadap perasaan orang lain. Melansir Geediting.com pada Minggu (11/05), berikut adalah sembilan kebiasaan khas yang sering orang minim empati tampilkan tanpa sengaja.
1. Mendominasi Percakapan Sepenuhnya
Mereka cenderung ingin menjadi pusat perhatian saat berbicara, terus menerus berbagi cerita tanpa memberi ruang dengar bagi orang lain. Jarang sekali mereka berhenti sejenak atau mengajukan pertanyaan lanjutan yang menunjukkan minat pada kontribusi lawan bicara.
2. Tidak Tunjukkan Minat Asli Pengalaman Anda
Orang dengan minim empati mungkin terlihat mendengarkan dengan sopan, tetapi sebenarnya mereka tidak benar-benar peduli kesejahteraan Anda. Mereka tidak akan bertanya mendalam atau berusaha melihat situasi dari sudut pandang Anda, sering tampak terganggu atau bosan.
3. Sering Menyela atau Memotong Ucapan Orang Lain
Mereka punya kebiasaan buruk memutus pembicaraan orang lain di tengah kalimat, menunjukkan kurang hormat pada pikiran atau perasaan mereka. Perilaku ini secara tidak langsung mengirim pesan bahwa kata-kata mereka jauh lebih penting dibanding milik orang lain.
4. Jarang Sekali Mengucapkan Maaf Tulus
Mereka sangat kesulitan meminta maaf dengan sungguh-sungguh karena tidak mampu melihat melampaui ego pribadi. Permintaan maaf sering kali dianggap serangan pribadi daripada bagian normal dari hubungan sehat antar manusia.
5. Salahkan Orang Lain untuk Setiap Masalahnya
Mereka cenderung menghindari tanggung jawab dan malah mencari cara agar orang lain merasa bersalah atas kesulitan mereka sendiri. Perilaku merusak ini membuat orang lain enggan berada di dekat seseorang yang tidak mau mengakui kesalahan diri.
6. Abaikan atau Remehkan Perasaan Anda
Mereka mengecilkan emosi yang ditunjukkan orang lain, tidak menawarkan dukungan tulus dan menganggapnya reaksi berlebihan belaka. Sikap meremehkan perasaan ini bisa menghancurkan kepercayaan diri seseorang serta rasa berharga dalam dirinya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
