
Jika Anda Masih Bisa Melakukan 7 Hal Ini di Usia 70-an, Anda Menua dengan Kekuatan dan Keanggunan
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, hidup bisa terasa seperti perjalanan menemukan makna atau justru jalan penuh penyesalan. Semuanya tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Dari sudut pandang psikologi, kunci agar bisa menua dengan damai bukan hanya soal tetap berpikiran positif, tapi soal belajar bersyukur—menghargai hal-hal sederhana dalam hidup yang kerap luput dari perhatian.
Orang-orang yang sukses menjalani masa tua dengan rasa syukur ternyata menunjukkan pola perilaku tertentu. Kabar baiknya, perilaku ini bisa kita pelajari dan latih sendiri.
Inilah tiga perilaku khas dari mereka yang menua dengan hati yang penuh rasa terima kasih, bukan sesal, menurut psikologi, dikutip dari Geediting, Kamis (24/4).
1. Menerima Perubahan
Salah satu ciri utama dari mereka yang menua dengan bahagia adalah sikap mereka yang terbuka terhadap perubahan.
Seiring waktu, perubahan fisik dan emosional memang tidak terhindarkan. Bagi sebagian orang, hal ini bisa menimbulkan rasa takut, kehilangan, bahkan membuat merasa tidak berdaya.
Namun, orang-orang yang menjalani hidup dengan rasa syukur justru melihat perubahan sebagai bagian wajar dari proses hidup. Mereka tidak menolak kenyataan, melainkan menerimanya dengan hati terbuka.
Bagi mereka, setiap fase kehidupan adalah kesempatan baru untuk berkembang dan memahami diri lebih dalam. Mengutip Carl Jung, "Kita tidak bisa mengubah apa pun sampai kita menerimanya."
Sikap menerima di sini bukan berarti menyerah, melainkan bentuk keberanian untuk menghadapi hidup apa adanya dan terus beradaptasi.
2. Melatih Kesadaran Penuh (Mindfulness)
Sikap lainnya yang tampak jelas pada mereka yang menua dengan damai adalah kemampuan untuk hadir sepenuhnya di momen saat ini.
Mungkin Anda pernah mengalami momen sederhana tapi berarti seperti duduk santai di halaman rumah sambil menikmati kopi pagi. Saat itu, kita tidak memikirkan pekerjaan atau daftar tugas. Kita hanya menikmati matahari, suara burung, dan ketenangan pagi.
Inilah yang dimaksud Jon Kabat-Zinn, pelopor mindfulness, yaitu memberi perhatian secara sengaja, pada saat ini, tanpa menghakimi.
Dengan melatih kesadaran penuh, kita belajar menikmati hidup sebagaimana adanya. Setiap momen jadi terasa lebih bermakna, dan rasa syukur pun tumbuh lebih dalam dari hari ke hari.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
