Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 23.57 WIB

7 Tanda Orang Menyembunyikan Perasaan Sebenarnya di Balik Kata 'Aku Baik-Baik Saja' Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang menunjukkan ekspresi kesedihan di rumah (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang menunjukkan ekspresi kesedihan di rumah (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang selalu tersenyum dan berkata "Aku baik-baik saja" meskipun Anda merasa ada sesuatu yang tidak sepenuhnya benar? Rasanya seperti ada tembok tak terlihat yang mencegah mereka berbagi beban atau kesulitan yang mungkin sedang mereka hadapi di dalam hati.

Terkadang, orang-orang ini sebenarnya sedang berjuang keras secara emosional, namun memilih untuk menyembunyikannya dari dunia luar karena berbagai alasan pribadi. Mereka mungkin merasa perlu terlihat kuat atau tidak ingin merepotkan orang lain dengan masalah mereka.

Melansir dari Geediting.com, Senin (21/4), psikologi menyebutkan ada beberapa perilaku umum yang seringkali ditampilkan oleh individu seperti ini.

1. Menghindari Pembicaraan Mendalam

Satu di antara tanda yang paling terlihat adalah kecenderungan kuat untuk mengalihkan topik jika percakapan mulai terasa terlalu pribadi atau emosional. Mereka merasa tidak nyaman membahas perasaan terdalamnya sehingga memilih menjaga obrolan tetap di permukaan hal-hal yang ringan saja.

2. Terus Memasang Wajah Bahagia

Meskipun dalam hati mungkin terasa sakit atau sedih, mereka berusaha keras menampilkan citra diri yang ceria dan kuat setiap saat. Senyuman lebar dan tawa renyah seringkali menjadi tameng untuk menyembunyikan kenyataan bahwa sebenarnya mereka sedang tidak baik-baik saja di dalam.

3. Meremehkan Masalah Sendiri

Ketika disinggung tentang kesulitan atau tantangan hidup yang dihadapi, mereka cenderung mengecilkan atau menganggap enteng masalah tersebut. Mereka mungkin berkata "Ah, ini bukan apa-apa kok" padahal beban yang dipikul terasa sangat berat bagi diri mereka pribadi.

4. Terlalu Fokus Membantu Orang Lain

Alih-alih menghadapi masalah sendiri, mereka justru mencurahkan energi berlebihan untuk membantu menyelesaikan persoalan orang lain di sekitar mereka. Fokus pada kesulitan orang lain menjadi cara halus untuk menghindari atau mengabaikan perasaan sakit yang sedang dialami diri sendiri.

5. Sulit Sekali Meminta Bantuan

Ada rasa enggan atau takut yang besar untuk mengakui bahwa mereka memerlukan dukungan atau uluran tangan dari orang lain saat berada dalam kesulitan. Mereka merasa harus bisa menyelesaikan semuanya sendiri dan meminta bantuan dianggap sebagai tanda kelemahan yang harus dihindari sama sekali.

6. Menunjukkan Perubahan Kecil dalam Kebiasaan

Meskipun berusaha terlihat normal, terkadang muncul perubahan halus dalam pola tidur, makan, atau tingkat energi sehari-hari yang mungkin luput dari perhatian awam. Perubahan ini bisa jadi merupakan indikasi fisik dari tekanan emosional yang sedang mereka pendam sendirian tanpa ada yang tahu pasti.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore