Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 April 2025 | 23.18 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Bersikap Perfeksionisme: Biasanya Berjuang dengan 3 Pengalaman Berikut Saat Mereka Tumbuh Dewasa

Ilutrasi perjuangan yang dilakukan orang perfeksionisme. (Freepik) - Image

Ilutrasi perjuangan yang dilakukan orang perfeksionisme. (Freepik)

JawaPos.com - Pernah bertanya-tanya mengapa beberapa dari kita tidak bisa menghilangkan kebutuhan untuk menjadi sempurna sepanjang waktu?

Ternyata perfeksionisme bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja entah dari mana - sering kali memiliki akar yang dalam di masa kecil kita. 

Faktanya, banyak orang yang berjuang dengan perfeksionisme sebagai orang dewasa mengalami pengalaman formatif tertentu ketika mereka tumbuh dewasa.

Memahami pengalaman awal itu dapat membuka mata. Hal ini membantu kita melihat bahwa ada alasan mengapa kita menjadi seperti ini, dan itu bukan karena kita "tergila-gila" atau terlalu keras pada diri kita sendiri tanpa alasan.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (16/4), berikut ini adalah 3 perjuangan yang dilakukan oleh seorang perfeksionisme ketika tumbuh dewasa. Simak penjelasannya!

1. Harapan Orang Tua dan Tekanan yang Tinggi

Banyak dari kita yang bergulat dengan perfeksionisme memiliki orang tua atau pengasuh yang benar-benar menginginkan yang terbaik untuk kita.

Adapun cara mereka menunjukkannya adalah dengan mendorong kita untuk unggul dalam segala hal.

Anda mulai percaya bahwa hanya nilai tertinggi, medali emas, atau tempat pertama yang diperhitungkan. Seiring waktu, itu dapat menghubungkan harga diri Anda dengan pencapaian Anda.

Sekarang, memiliki tujuan dan berusaha untuk melakukannya dengan baik bukanlah hal yang buruk dengan sendirinya. 

Masalahnya adalah ketika keunggulan berubah menjadi perfeksionisme, yang seperti keunggulan pada steroid.

Tekanan untuk unggul dengan segala cara dapat menyedot kegembiraan dari pencapaian.

Ketika Anda mendapatkan 98 dan alih-alih merayakannya, Anda khawatir tentang 2 poin yang Anda lewatkan. 

Namun sejatinya ini adalah pengingat bahwa standar ultra-tinggi Anda tidak muncul dari begitu saja; mereka dipelajari. 

Dan apa pun yang dipelajari dapat tidak dipelajari atau setidaknya dikelola dengan sedikit kasih sayang (untuk orang tua kita yang bermaksud baik dan untuk diri kita sendiri).

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore