
Ilustrasi orang yang
JawaPos.com - Tak semua orang yang terdidik dengan baik dan berbudi luhur menyadari bahwa dirinya memiliki kualitas tersebut.
Sebab, menjadi orang yang “well educated” bukan sekadar soal gelar atau pendidikan formal, tapi lebih kepada sikap, kebiasaan, dan cara memperlakukan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Orang-orang seperti ini biasanya rendah hati, tidak suka pamer, dan justru terlihat biasa saja di mata banyak orang.
Padahal, jika diperhatikan lebih dalam, mereka menyimpan karakter kuat dan kebijaksanaan yang terbentuk dari pengalaman hidup dan nilai-nilai baik yang mereka pegang teguh.
Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Selasa (15/4), berikut merupakan 7 tanda kamu orang yang 'well educated' alias terdidik dengan baik dan berbudi luhur meski tak merasa begitu.
1. Mereka memperlakukan pekerja layanan dengan sopan dan tulus
Orang yang terdidik dengan baik dan berbudi luhur akan terlihat dari cara mereka memperlakukan orang lain, terutama mereka yang bekerja di bidang pelayanan.
Misalnya pelayan restoran, kurir, kasir, atau petugas kebersihan, mereka tidak akan meremehkan, berbicara kasar, apalagi menunjukkan sikap angkuh.
Sebaliknya, mereka tetap ramah, sabar, dan sopan, bahkan ketika pelayanan tidak berjalan mulus. Sopan santun yang mereka tunjukkan ini bukan sekadar formalitas, tapi keluar dari hati karena mereka menghargai sesama manusia tanpa memandang status sosial.
Kebiasaan ini tumbuh dari didikan di rumah yang menanamkan empati, atau karena mereka pernah mengalami sendiri bagaimana rasanya berada di posisi yang kurang dihargai.
Inilah yang membuat mereka terlihat punya kualitas yang tinggi dan tidak bisa dipalsukan.
2. Mereka lebih banyak mendengar daripada bicara
Salah satu tanda bahwa seseorang merupakan sosok yang terdidik dengan baik dan berbudi luhur adalah saat mereka lebih memilih mendengarkan dengan sungguh-sungguh ketimbang buru-buru bicara.
Mereka memberi ruang kepada orang lain untuk menyampaikan pendapat tanpa menyela, bahkan memperhatikan dengan seksama lewat kontak mata, anggukan kepala, atau pertanyaan lanjutan yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami isi pembicaraan.
Mereka tidak merasa harus selalu jadi pusat percakapan atau ingin terlihat pintar. Justru mereka sadar bahwa dengan mendengar lebih banyak, mereka bisa belajar lebih banyak pula.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
