Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 April 2025 | 19.29 WIB

8 Hal yang Sering Dilakukan Orang yang Ingin Diakui Kekayaannya di Media Sosial: Kamu Pernah Melakukannya?

Ilustrasi orang yang posting liburan mewah ke media sosial. (freepik.com/freepik) - Image

Ilustrasi orang yang posting liburan mewah ke media sosial. (freepik.com/freepik)

JawaPos.com - Hadirnya media sosial di lingkungan kita membuat hidup ini menjadi ajang untuk menunjukkan jati diri, mungkin ada yang rendah hati, inspiratif, dramatis, hingga pamer kekayaannya.

Mengutip dari OSC Medcom pada Senin (14/04) bahwa dengan jumlah "like", komentar, dan berbagi yang diterima, seseorang dapat merasa diakui dan dihargai oleh orang lain.

Fenomena ini menciptakan lingkungan di mana pengguna merasa perlu untuk terus-menerus memperbarui dan membagikan kehidupan mereka untuk mendapatkan validasi, termasuk soal kekayaannya.

Dilansir dari laman News Reports pada Senin (14/04), ada 8 hal yang sering dilakukan orang yang ingin diakui kekayaannya di media sosial, di antaranya adalah :

1. Posting foto liburan secara terus-menerus

Setiap hari ada posting baru dari surga tropis yang berbeda atau kota Eropa yang apik. Sepertinya mereka selalu berada di bandara siap terbang ke suatu tempat. Tapi kita tidak tahu hal yang terjadi di belakangnya, dan bukan satu-satunya tolok ukur kekayaan seseorang.

2. Tampilan barang mewah yang berlebihan

Jika seseorang terus-menerus memamerkan tas Gucci atau jam tangan Rolex mereka, itu adalah tanda yang jelas bahwa mereka mencoba menciptakan citra kekayaan. Tapi jangan lupa, orang kaya sesungguhnya bukan sekedar menunjukkan cara membelanjakan uang, tapi cara mengelolanya.

3. Memamerkan rumah mewah

Meja marmer, kolam renang tanpa batas, lemari pakaian yang dipenuhi dengan pakaian desainer, semuanya ada di sana. Menurut sebuah laporan oleh Federal Reserve Bank of New York, hampir 50% dari total utang yang dimiliki oleh rumah tangga Amerika adalah utang hipotek.

Jadi, ketika kamu melihat postingan rumah yang didekorasi dengan indah dan taman yang terawat, bisa jadi mereka tenggelam di bawah gunung hutang untuk mempertahankan gaya hidup itu.

Baca Juga: 8 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Membayangkan Skenario Palsu Sebelum Tidur, Menurut Psikologi

4. Memposting foto dengan selebriti

Suatu hari mereka berada di acara VIP, berikutnya mereka berfoto selfie dengan aktor atau musisi terkenal. Seolah-olah mereka hidup di dunia di mana bermain-main dengan orang kaya dan terkenal hanyalah urusan sehari-hari.

Tapi mari kita menjadi nyata, berfoto dengan selebriti tidak berarti kamu adalah bagian dari dunia mereka. Faktanya, banyak dari foto-foto ini diambil di meet-and-greet atau acara publik di mana siapa pun dapat membayar tiket untuk mendapatkan foto cepat.

5. Sering pembaruan gadget kelas atas


Teknologi adalah arena lain di mana kebutuhan untuk menggambarkan kekayaan menjadi sangat jelas. Seolah-olah hidup mereka adalah siklus peningkatan teknologi yang tidak pernah berakhir.

Tapi inilah masalahnya. Teknologi kelas atas tidaklah murah dan sementara memiliki gadget terbaru dapat menunjukkan kemakmuran, itu mungkin juga menunjukkan pengeluaran yang sembrono.

6. Memamerkan hobi mahal


Hobi adalah cara yang bagus untuk bersantai, mempelajari sesuatu yang baru, dan membuat hidup lebih menarik. Tetapi ketika datang ke media sosial, beberapa orang menggunakan hobi sebagai cara lain untuk memamerkan kekayaan mereka.

Tiba-tiba, umpan mereka dipenuhi dengan gambar mereka menunggang kuda, berlayar di kapal pesiar, atau bermain golf di klub eksklusif. Postingan ini adalah upaya lain untuk menciptakan fasad kekayaan dan kemewahan. Tetapi di belakang layar, mereka mungkin berjuang untuk memenuhi tuntutan keuangan dari hobi mahal ini.

7. Sikap 'rendah hati'


Ketika kamu melihat seseorang menggunakan bual rendah hati di media sosial, seringkali merupakan tanda yang jelas bahwa mereka mencoba memproyeksikan citra kekayaan, apakah itu nyata atau tidak.

Seolah-olah mereka sedang menunjukkan sikap tidak sombong tapi berada di tengah mobil, rumah, atau barang mewahnya.

8.  Sering makan di restoran mewah

Kamu mungkin pernah mendengar kutipan oleh Warren Buffet, "Jika membeli barang-barang yang tidak kamu butuhkan, maka kamu harus menjual barang-barang yang kamu butuhkan." Ini adalah pernyataan yang mendalam, terutama jika diterapkan pada kepura-puraan media sosial.

Misalnya mereka yang selalu bersantap di restoran berbintang Michelin atau menyeruput sampanye di bar paling trendi. Pakan mereka diisi dengan piring yang didekorasi dengan artistik, botol anggur mahal, dan makanan penutup mewah.

Tentu, itu terlihat mengesankan. Tetapi seperti yang ditunjukkan oleh kutipan Buffet, pengeluaran boros semacam ini tidak berkelanjutan kecuali kamu benar-benar kaya. Tapi orang-orang yang benar-benar kaya mungkin tidak menghabiskan waktu mereka untuk memotret makanan mewah tersebut.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore