Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 April 2025 | 18.14 WIB

Jika Seorang Boomer Menggunakan 10 Frasa Ini saat Idulfitri, Mereka Lebih Tidak Peka daripada yang Mereka Sadari Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang kurang peka terhadap perasaan orang lain - Image

Ilustrasi seseorang yang kurang peka terhadap perasaan orang lain

JawaPos.com - Dalam percakapan sehari-hari, generasi "boomer" (baby boomer, lahir sekitar 1946-1964) sering kali menggunakan frasa-frasa tertentu yang terdengar biasa bagi mereka, tetapi bisa dianggap tidak peka oleh generasi yang lebih muda.

Tanpa disadari, beberapa ungkapan ini mencerminkan pola pikir yang kurang fleksibel, mengabaikan perubahan sosial, atau meremehkan pengalaman orang lain.

Menurut psikologi komunikasi, bahasa yang kita gunakan tidak hanya mencerminkan cara berpikir kita, tetapi juga bagaimana kita memahami dan berempati terhadap orang lain.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (2/4), terdapat 10 frasa yang jika sering digunakan oleh seorang boomer, bisa menjadi tanda bahwa mereka kurang peka daripada yang mereka sadari.

1. "Zaman dulu lebih baik dari sekarang."

Pernyataan ini sering kali dianggap meremehkan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda.

Realitanya, setiap zaman memiliki tantangan dan kelebihannya masing-masing.

Mengatakan bahwa "dulu lebih baik" bisa terdengar seperti mengabaikan kesulitan ekonomi, persaingan kerja yang ketat, dan tekanan mental yang dihadapi generasi saat ini.

2. "Anak muda zaman sekarang terlalu lembek."

Frasa ini mencerminkan pandangan bahwa ketahanan mental generasi muda lebih lemah dibandingkan generasi sebelumnya.

Padahal, riset psikologi menunjukkan bahwa stres dan tantangan yang dihadapi saat ini berbeda dari masa lalu.

Beban kerja yang tinggi, ekspektasi sosial, dan dampak teknologi justru membuat tekanan mental lebih kompleks dibandingkan dulu.

3. "Dulu kami bekerja keras tanpa mengeluh."

Kalimat ini sering diucapkan untuk menekankan etos kerja generasi boomer.

Namun, tanpa disadari, ini bisa dianggap sebagai pengabaian terhadap isu keseimbangan kerja dan hidup (work-life balance), kesehatan mental, serta kondisi kerja yang sering kali lebih eksploitatif bagi generasi muda saat ini.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore