Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Maret 2025 | 21.43 WIB

8 Perilaku Kelas Bawah Menghabiskan Uang yang Menghalangi Mereka Untuk Maju, Menurut Psikologi

Perilaku menghabiskan uang oleh kelas bawah yang menghalangi untuk maju menurut psikologi. (Freepik/ tirachardz) - Image

Perilaku menghabiskan uang oleh kelas bawah yang menghalangi untuk maju menurut psikologi. (Freepik/ tirachardz)

JawaPos.com – Dalam kajian psikologi sosial, perilaku ekonomi masyarakat kelas bawah sering kali dipengaruhi oleh pola pikir dan kebiasaan yang justru menjadi penghalang untuk maju dan keluar dari lingkaran kemiskinan.

Beragam perilaku dalam menghabiskan uang kerap dilakukan tanpa disadari, yang pada akhirnya membuat mereka sulit maju dan memperbaiki kondisi hidup.

Alih-alih digunakan untuk kebutuhan jangka panjang atau investasi masa depan, uang yang dimiliki sering kali habis untuk hal-hal konsumtif yang memberi kepuasan sesaat.

Beberapa perilaku menghabiskan uang oleh kelas bawah yang menurut psikologi ini justru menjadi faktor penghambat utama mereka untuk maju dan memperbaiki taraf hidup.

Dilansir dari geediting.com pada Jumat (21/3), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku menghabiskan uang oleh kelas bawah yang menghalangi untuk maju menurut psikologi.

1. Sering makan di luar rumah dan pesan antar

Banyak individu yang mengalami kesulitan finansial terbiasa makan di luar lebih sering daripada memasak di rumah.

Rutinitas membeli kopi di pagi hari, makan siang di restoran, dan makan malam bersama teman di akhir pekan bisa menghabiskan dana dengan cepat.

Mengurangi kebiasaan memesan makanan tiga atau empat kali seminggu dapat menghemat sejumlah besar uang.

Persiapkan makanan sederhana di rumah dan lihat berapa banyak yang bisa ditabung. Dana yang tersimpan kemudian dapat dialokasikan untuk tujuan jangka panjang seperti melunasi hutang atau memulai usaha kecil.

2. Merokok dan kebiasaan mahal lainnya

Pengeluaran harian untuk rokok, vape, atau kebiasaan adiktif lainnya mungkin tampak minimal namun jumlahnya semakin membengkak seiring waktu.

Tidak hanya biaya langsung yang menjadi masalah, tetapi tagihan medis juga bisa muncul ketika kesehatan memburuk.

Stres yang tidak ditangani dapat berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore