
Ilustrasi. (freepik)
JawaPos.com- Menjadi seorang kakek-nenek adalah salah satu fase kehidupan yang paling membahagiakan. Tidak ada lagi tekanan seperti saat menjadi orang tua, tetapi Anda tetap memiliki kesempatan untuk menciptakan kenangan indah bersama cucu-cucu. Namun, membangun ikatan kuat dengan mereka tidak terjadi begitu saja—itu membutuhkan usaha yang konsisten.
Di era digital seperti sekarang, di mana anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai, peran seorang kakek-nenek menjadi semakin penting. Bagaimana Anda bisa menjadi sosok yang dikagumi dan dirindukan cucu-cucu?
Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting.com pada Kamis, 20 Maret 2025, berikut adalah tujuh kebiasaan yang dapat membantu Anda membangun hubungan yang penuh kasih sayang, rasa hormat, dan kegembiraan dengan mereka.
1. Menunjukkan Ketertarikan yang Tulus pada Dunia Mereka
Anak-anak memiliki kepekaan yang luar biasa terhadap perhatian orang-orang di sekitar mereka. Mereka bisa membedakan apakah Anda benar-benar tertarik dengan cerita mereka atau hanya sekadar mengangguk tanpa mendengarkan. Oleh karena itu, tunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap dunia mereka.
Cobalah untuk mengenal lebih dalam minat dan hobi mereka. Jika mereka menyukai musik, tanyakan siapa penyanyi favorit mereka. Jika mereka suka bermain game, minta mereka untuk menjelaskan cara bermainnya kepada Anda. Hal-hal sederhana seperti ini dapat membuat mereka merasa dihargai dan diterima.
Sebagai contoh, cucu saya yang tertua sangat menyukai tarian TikTok. Meskipun saya tidak bisa mengikuti setiap gerakannya, saya tetap mendukung dan menunjukkan antusiasme saat dia menampilkan gerakan baru. Reaksinya? Wajahnya berseri-seri karena merasa dihargai.
Dengan menunjukkan minat yang tulus, Anda mengirimkan pesan bahwa pendapat dan pengalaman mereka berharga.
2. Menjadi Pendengar yang Berempati
Salah satu kunci untuk menjadi kakek-nenek yang disayangi adalah kemampuan untuk mendengarkan dengan empati. Kadang-kadang, cucu mungkin merasa lebih nyaman berbagi masalah dengan kakek-nenek dibandingkan dengan orang tua mereka.
Dalam situasi ini, penting untuk menjadi pendengar yang baik. Jangan langsung memberikan solusi atau menasihati mereka. Sebaliknya, dengarkan dengan penuh perhatian, jaga kontak mata, dan gunakan kata-kata yang menunjukkan empati seperti:
“Aku mengerti perasaanmu.”
“Sepertinya itu memang tidak mudah untukmu.”
“Aku bangga karena kamu berani menceritakan ini kepadaku.”
Sebuah penelitian dari Universitas Georgia menunjukkan bahwa empati dalam hubungan keluarga dapat meningkatkan kepercayaan dan ikatan emosional. Jadi, anggaplah kepercayaan cucu Anda sebagai anugerah yang harus dijaga dengan baik.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
