Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 22.45 WIB

5 Hal yang Membuat Gen Z Menjadi Generasi Termiskin Jika Dibandingkan dengan Generasi Sebelumnya

Ilustrasi generasi z yang sulit memenuhi kebutuhan. (Freepik) - Image

Ilustrasi generasi z yang sulit memenuhi kebutuhan. (Freepik)

JawaPos.com – Menurut salah satu penelitian di Amerika Serikat, Gen Z telah menjadi generasi termiskin, yang menampung sebagian besar individu dan rumah tangga yang hidup dalam kemiskinan di tengah meningkatnya biaya, tekanan inflasi, dan ekonomi yang tidak stabil.

Sementara orang-orang di generasi yang lebih tua mungkin menyalahkan Gen Z atas kemalangan finansial mereka sendiri, dengan alasan bahwa mereka malas dan tidak termotivasi.

Namun sebenarnya ada beberapa alasan ​​mengapa Gen Z telah menjadi generasi termiskin yang tidak ada hubungannya dengan karakter mereka.

Berikut 5 hal yang membuat gen z menjadi generasi termiskin jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, seperti dilansir dari laman YourTango.

1. Enggan untuk menikah muda

Lebih dari separuh responden Gen Z dalam dalam salah satu survei menyatakan bahwa Gen Z terbuka untuk menikah di masa depan namun tidak dengan menikah muda.

Banyak dari mereka terlalu sibuk mempromosikan individualisme dan pertumbuhan pribadi mereka sendiri, mulai dari pendidikan, karier, hingga menemukan kenyamanan dalam kesendirian. Hal ini membuat para Gen Z mempertimbangkan mencari pasangan hidup di tahap ini dalam hidup mereka.

Dengan banyaknya stereotip sosial yang memicu individualisme dan gaya hidup lajang Generasi Z, mudah untuk mengabaikan kesulitan keuangan kecil yang mungkin menyelimuti generasi yang sedang menunggu untuk menikah.

Tanpa tinggal di rumah tangga berpendapatan ganda untuk memanfaatkan manfaat pajak dari pernikahan, Gen Z tidak dapat melakukan investasi besar atau menabung dalam jumlah yang sama seperti yang dapat dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah.

2. Banyak memiliki hutang karena tingginya kebutuhan finansial

Dengan meningkatnya biaya pendidikan tinggi dan kurangnya stabilitas ekonomi bagi mahasiswa, banyak generasi muda seperti Gen Z kesulitan membayar pinjaman mahasiswa mereka.

Menurut salah satu Suberites hampir 70% Gen Z khawatir dengan harga yang naik turun, sementara 64% khawatir tentang mencari perumahan yang terjangkau.

Ditambah dengan meningkatnya angka kemiskinan di kalangan Gen Z, ketidakstabilan pekerjaan, dan meningkatnya biaya, banyak yang tertinggal karena beban pinjaman mahasiswa mereka tidak dapat memperoleh perumahan yang terjangkau dan pekerjaan yang stabil dan bergaji tinggi setelah lulus kuliah.

Bagi sebagian orang, ini berarti tinggal di rumah lebih lama agar mampu membayar cicilan pinjaman dan memenuhi kebutuhan pokok.

Tetapi bagi mereka yang tidak punya keluarga untuk diandalkan, mereka sekadar bertahan hidup beberapa di antaranya menolak membayar pinjaman mereka sama sekali.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore