
Ilustrasi perempuan yang selalu mencari validasi. (Freepik)
JawaPos.com – Setiap orang pasti pernah memikirkan untuk mencari validasi kepada orang lain. Ini adalah pola yang tidak hanya menguras emosi tetapi juga mengungkapkan banyak hal tentang harga diri dan nilai diri kita.
Jika seseorang sering untuk mencari validasi rasanya seperti terjebak dalam suatu siklus, dimana orang tersebut tidak mampu membuat keputusan tanpa persetujuan orang lain, terus-menerus meragukan harga diri sendiri, dan merasa tidak terlihat tanpa pujian orang lain.
Dilansir dari laman Hack Spirit, berikut 5 perilaku seseorang yang selalu mencari validasi kepada orang lain.
1. Terus menerus mencari persetujuan
Orang yang terus-menerus mencari validasi sering kali mendapati diri mereka dalam siklus perilaku mencari persetujuan yang tidak pernah berakhir. Baik itu tentang pekerjaan, penampilan, atau bahkan pendapat mereka.
Namun, ini bukan sekadar keinginan untuk mendengar pujian atau sanjungan. Hal tersebut berasal dari rasa takut yang mendalam akan penolakan atau kerinduan untuk diterima.
Mereka mungkin merasa tidak puas atau tidak lengkap tanpa tanda persetujuan secara eksternal. Hal ini dapat menyebabkan mereka membentuk tindakan dan keputusan berdasarkan apa yang menurut mereka akan memberi mereka validasi.
2. Harga diri anda ditentukan akan presepsi orang lain
Secara sederhana, teori ini menyatakan bahwa citra diri kita dibentuk oleh bagaimana kita pikir orang lain memandang kita. Anda lihat, ketika harga diri Anda dikaitkan dengan persepsi orang lain, Anda cenderung lebih menghargai pendapat mereka daripada pendapat Anda sendiri.
Seolah-olah Anda melihat diri Anda sendiri melalui mata merekaAnda mungkin mendapati diri Anda terus-menerus berusaha memenuhi atau melampaui harapan orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan kebutuhan atau kebahagiaan Anda sendiri.
Mngenali pola ini adalah langkah pertama untuk mendapatkan kembali kendali atas harga diri Anda.
3. Tidak nyaman dengan sebuah kritikan
Orang yang selalu mencari validasi sering kali mengartikan kritik sebagai tanda kegagalan atau ketidakmampuan pribadi. Mereka mungkin menganggapnya serius, sehingga harga diri mereka terguncang dan memicu perasaan ragu terhadap diri sendiri.
Namun, inilah kendalanya tidak semua kritik itu buruk. Umpan balik yang membangun dapat menjadi alat yang ampuh untuk pertumbuhan dan perkembangan. Namun, agar hal itu terjadi, seseorang harus terlebih dahulu belajar memisahkan harga dirinya dari pendapat orang lain.
4. Kesulitan dalam mengambil sebuah keputusan

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
