Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Desember 2025 | 16.57 WIB

Orang yang Sering Diperintah oleh Banyak Orang Biasanya Menunjukkan 9 Perilaku Ini Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi

seseorang yang sering diperintah banyak orang./Freepik/DC Studio - Image

seseorang yang sering diperintah banyak orang./Freepik/DC Studio

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai orang yang tampaknya selalu “kebagian tugas.” Diminta tolong terus-menerus, disuruh ini-itu, bahkan kadang diperintah tanpa diminta pendapatnya.

Menariknya, banyak dari mereka bukan karena lemah secara kemampuan, melainkan karena pola perilaku tertentu yang secara tidak sadar mereka tampilkan.

Psikologi sosial menjelaskan bahwa cara seseorang bersikap, berbicara, dan merespons lingkungan sangat memengaruhi bagaimana orang lain memperlakukannya.

Orang yang sering diperintah bukan selalu korban keadaan, tetapi sering kali tanpa sadar mengirim sinyal bahwa mereka “siap disuruh.”

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (18/12), terdapat sembilan perilaku yang menurut psikologi kerap muncul pada orang yang sering diperintah oleh semua orang, tanpa mereka sadari.

1. Sulit Mengatakan “Tidak” Meski Hatinya Menolak

Salah satu ciri paling kuat adalah ketidakmampuan menolak permintaan. Mereka merasa bersalah jika berkata “tidak,” takut dianggap egois, tidak enakan, atau khawatir mengecewakan orang lain.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan people-pleasing behavior, yaitu dorongan berlebihan untuk menyenangkan orang lain demi diterima. Sayangnya, semakin sering seseorang mengorbankan diri, semakin orang lain terbiasa memerintahnya.

2. Terlalu Cepat Mengiyakan Tanpa Mempertimbangkan Diri Sendiri

Orang yang sering diperintah biasanya langsung menjawab “iya” bahkan sebelum memahami konsekuensinya. Mereka jarang bertanya, “Apakah aku sanggup?” atau “Apakah ini tugasku?”

Kebiasaan ini memberi pesan bawah sadar kepada orang lain bahwa waktu, tenaga, dan batasannya selalu tersedia, sehingga permintaan pun terus berdatangan.

3. Takut Konflik dan Menghindari Ketegangan

Dalam psikologi, menghindari konflik bukan selalu tanda kedewasaan. Pada beberapa orang, ini justru tanda ketakutan kehilangan penerimaan sosial.

Orang yang takut konflik cenderung menuruti perintah agar situasi tetap “damai,” meskipun dirinya merasa tertekan. Ironisnya, sikap ini justru membuat orang lain semakin berani memerintah.

4. Nada Bicara yang Terlalu Lembut dan Ragu-Ragu

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore