Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Oktober 2025, 02.46 WIB

Jika Anda Sering Terbangun Tidur Karena Kesalahan Kecil, Otak Anda Bekerja Berbeda dari 90 Persen Orang Menurut Psikologi

seseorang yang terbangun seketika saat tidur./Freepik/oulaphone - Image

seseorang yang terbangun seketika saat tidur./Freepik/oulaphone

JawaPos.com - Tidur semestinya menjadi momen istirahat total, di mana tubuh dan pikiran melepaskan lelah untuk kembali segar esok hari.

Namun, sebagian orang justru sering terbangun di tengah malam hanya karena kesalahan kecil—misalnya lupa mematikan lampu, salah meletakkan barang, atau sekadar teringat percakapan yang tidak penting.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (29/9), jika Anda termasuk orang yang kerap mengalami hal ini, ada kabar menarik dari dunia psikologi: otak Anda ternyata bekerja dengan cara berbeda dibanding 90% orang pada umumnya.

Fenomena ini bukan sekadar “overthinking” biasa. Ada pola unik dalam sistem kerja otak yang membuat Anda lebih sensitif terhadap detail, lebih reaktif terhadap kesalahan kecil, dan cenderung sulit benar-benar melepaskan kendali. Mari kita kupas lebih dalam.

1. Otak Anda Memiliki Aktivitas Tinggi di Bagian Prefrontal Cortex

Prefrontal cortex adalah area otak yang mengatur fungsi eksekutif seperti perencanaan, pengambilan keputusan, hingga evaluasi kesalahan.

Orang yang sering terbangun karena mengingat kesalahan kecil biasanya memiliki aktivitas berlebih di area ini.

Dengan kata lain, otak mereka bekerja layaknya “mesin pengecek kualitas” yang selalu waspada, bahkan saat tubuh sedang tidur.

2. Sensitivitas Tinggi terhadap Ketidaksempurnaan

Dalam psikologi, ada istilah error monitoring—yakni kecenderungan otak untuk mendeteksi dan menanggapi kesalahan.

Orang yang mudah terbangun karena hal sepele umumnya memiliki tingkat error monitoring lebih tinggi.

Mereka sulit menoleransi ketidaksempurnaan, sehingga kesalahan kecil pun dianggap penting dan mengganggu ketenangan batin.

3. Kecenderungan Perfeksionis yang Tidak Disadari

Banyak orang yang kerap terbangun tengah malam sebenarnya menyimpan sifat perfeksionis, meskipun mereka tidak selalu menyadarinya.

Pikiran bawah sadar mereka menolak kekurangan sekecil apa pun, sehingga bahkan saat tidur, otak tetap “bekerja lembur” untuk memastikan segala sesuatu berjalan ideal.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore