Ilustrasi tangan yang berjabat dengan latar belakang yang sederhana namun elegan, mencerminkan komunikasi non-verbal yang kuat./Freepik
JawaPos.com – Pernah nggak sih, kamu merasa obrolan dengan seseorang tiba-tiba mandek, padahal topiknya sederhana?
Bisa jadi masalahnya bukan pada isi pembicaraan, melainkan pada gaya komunikasi yang berbeda.
Setiap orang punya kepribadian dan cara menyampaikan pesan yang khas. Kalau kita salah menyesuaikan, salah paham bisa muncul dan berujung konflik.
Untungnya, ada cara agar percakapan tetap mengalir lancar meskipun berbicara dengan orang yang sangat berbeda dari kita.
Kenali Dulu Gaya Komunikasimu dan Lawan Bicara
Langkah pertama agar percakapan tidak buntu adalah mengenali gaya komunikasi.
Verywell Mind menyebut terdapat empat gaya komunikasi utama yang sering ditemui yaitu pasif, agresif, pasif-agresif, dan asertif.
Orang dengan gaya pasif cenderung menghindari konfrontasi sehingga sulit mengutarakan pendapat.
Sebaliknya, orang dengan gaya agresif lebih dominan, lugas, bahkan kadang terdengar memaksa.
Lalu ada gaya pasif-agresif yang menyampaikan pesan secara tidak langsung, misalnya lewat sindiran atau diam.
Yang paling efektif biasanya adalah gaya asertif, di mana seseorang bisa menyampaikan pesan dengan jelas dan jujur tanpa meremehkan orang lain.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
