Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Agustus 2025 | 04.06 WIB

Dampak Teman Terhadap Kepribadian: Persahabatan Sehat Bisa Bikin Mental Kuat, yang Toxic Justru Bahaya

Ilustrasi sebuah pertemanan

JawaPos.com – Pernahkah Anda merasa berubah menjadi lebih berani atau justru lebih pendiam setelah sering bergaul dengan teman tertentu?

Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan bukti nyata bahwa teman memiliki pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang.

Menurut Psychology Today (2024), hubungan pertemanan adalah salah satu faktor sosial paling signifikan dalam pembentukan karakter.

Dari cara berbicara, minat, hingga nilai hidup, banyak hal dalam diri seseorang terbentuk melalui interaksi dengan lingkaran sosial terdekat.

Apa pengaruh teman terhadap kepribadian?

Teman berperan sebagai cermin sekaligus model. Studi National Library of Medicine (2022) menjelaskan bahwa individu cenderung menyesuaikan perilaku mereka agar sesuai dengan norma kelompok. Inilah yang membuat seseorang bisa menjadi lebih percaya diri jika dikelilingi oleh teman yang suportif, atau sebaliknya, kehilangan motivasi bila lingkaran sosialnya penuh kritik negatif.

Siapa yang paling rentan dipengaruhi oleh teman?

Remaja menjadi kelompok paling rentan. Masa remaja merupakan fase pencarian jati diri, sehingga kehadiran teman sangat memengaruhi pembentukan identitas. Artikel dari American Psychological Association (2023) menyebutkan bahwa kualitas pertemanan yang sehat dapat menurunkan risiko depresi dan meningkatkan kesejahteraan emosional remaja. Namun, orang dewasa juga tidak lepas dari pengaruh ini. Lingkungan pertemanan di kantor, komunitas, atau media sosial tetap bisa membentuk pola pikir dan sikap seseorang terhadap kehidupan.

Pengaruh teman tampak jelas dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Misalnya, kebiasaan belajar bersama dapat mendorong peningkatan prestasi akademik. Sebaliknya, pertemanan yang mengarah pada perilaku berisiko seperti penyalahgunaan zat atau gaya hidup tidak sehat bisa berdampak buruk pada perkembangan pribadi.

Penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationships (2024) menemukan bahwa interaksi anak dengan teman sebaya sejak usia dini sudah membantu mereka belajar keterampilan sosial, empati, dan kemampuan mengelola konflik. Pengaruh ini terus berlanjut hingga dewasa.

Mengapa teman bisa memengaruhi kepribadian begitu besar?

Alasannya terletak pada kebutuhan dasar manusia untuk diterima. Otak manusia dirancang untuk mencari afiliasi sosial. Ketika seseorang merasa menjadi bagian dari kelompok, ia lebih mudah mengadopsi nilai, sikap, dan kebiasaan kelompok tersebut. Teman bukan hanya “pendamping waktu luang”, tetapi juga faktor penting dalam kesehatan mental.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore