Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 14.28 WIB

Orang yang Buruk dalam Memilih Pasangan yang Tepat biasanya Memiliki 5 Sifat Ini

Ilustrasi orang buruk salah pilih pasangan. (Drazen Zigic/Freepik) - Image

Ilustrasi orang buruk salah pilih pasangan. (Drazen Zigic/Freepik)

JawaPos.com - Beberapa orang memiliki bakat untuk memilih pasangan yang mengangkat mereka, mendukung mereka, dan membantu mereka tumbuh. Yang lain... tidak begitu banyak. Jika Anda pernah melihat seorang teman melompat ke dalam hubungan yang buruk satu demi satu, atau mengenali pola yang sama dalam diri Anda, itu jarang hanya kesialan.

Dalam banyak kasus, itu tergantung pada ciri-ciri kepribadian tertentu yang secara halus mengarahkan seseorang ke pasangan yang tidak cocok. Ciri-ciri ini sering beroperasi di bawah permukaan, memengaruhi daya tarik dan pengambilan keputusan tanpa disadari oleh orang tersebut.

Meskipun siapa pun dapat membuat kesalahan dalam cinta, secara konsisten memilih pasangan yang salah biasanya berarti ada sesuatu yang lebih dalam yang terjadi. Dikutip dari yourtango pada Senin (18/8), 0rang yang buruk dalam memilih pasangan yang tepat biasanya memiliki 5 sifat ini

1. Mereka salah mengira intensitas sebagai kompatibilitas

Bagi sebagian orang, kegilaan yang terburu-buru terasa seperti bukti bahwa mereka telah menemukan "the one."Hal ini sering kali menyebabkan salah mengira emosi yang tinggi, pernyataan yang penuh gairah, dan romansa angin puyuh sebagai kecocokan yang tulus.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menghargai intensitas daripada stabilitas lebih cenderung memasuki hubungan yang menyala terang tetapi berakhir dengan cepat. Orang-orang ini mungkin mengacaukan ketertarikan yang kuat dengan hubungan yang mendalam, melewatkan percakapan penting tentang nilai-nilai, gaya hidup, dan tujuan.

Seiring waktu, mereka menemukan diri mereka dengan pasangan yang awalnya menggairahkan mereka tetapi gagal menawarkan keharmonisan jangka panjang. Ironisnya, apa yang terasa seperti cinta pada pandangan pertama sebenarnya bisa menjadi tanda bahaya bagi pasangan yang tidak berkelanjutan.

2. Mereka menghindari refleksi diri

Tanpa penilaian diri yang jujur, hampir tidak mungkin mengenali pola dalam pilihan pasangan yang buruk. Orang-orang yang menghindari refleksi diri sering kehilangan benang merah di antara hubungan mereka, membuat mereka rentan untuk mengulangi kesalahan.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kesadaran diri sangat terkait dengan pilihan romantis yang lebih sehat. Tanpa itu, individu mungkin secara tidak sadar tertarik pada pasangan yang mencerminkan masalah mereka yang belum terselesaikan, berpikir bahwa hasilnya akan berbeda kali ini.

Kurangnya introspeksi ini sering kali berarti mereka hanya fokus pada apa yang dibawa orang lain ke meja, tanpa menanyakan apakah mereka siap untuk hubungan yang mereka inginkan.

3. Mereka memiliki standar hubungan yang rendah

Ketika seseorang percaya bahwa mereka tidak pantas mendapatkan banyak, mereka sering menerima jauh lebih sedikit daripada yang sebenarnya mereka butuhkan. Standar yang rendah dapat berasal dari pengalaman masa lalu, harga diri yang rendah, atau tekanan masyarakat untuk bersama seseorang.

Orang dengan nilai pasangan yang dipersepsikan rendah lebih cenderung bertahan dalam hubungan yang tidak memuaskan. Mereka mungkin mengabaikan ketidaksesuaian yang mencolok atau perilaku yang tidak sehat karena mereka merasa bersyukur memiliki pasangan. Sayangnya, pola pikir ini membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi orang-orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan emosionalnya.

4. Mereka menilai terlalu tinggi kualitas eksternal

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore