Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Juli 2025 | 22.10 WIB

Selalu Merasa Terasing Ketika Bersama Orang Lain? Menurut Psikologi, Ini 8 Karakter yang Tanpa Disadari Muncul dari Dalam Diri

seseorang yang merasa terasing ketika bersama orang lain - Image

seseorang yang merasa terasing ketika bersama orang lain

JawaPos.com - Banyak individu mengalami perasaan terasing, tersisih, atau bahkan diabaikan saat berada di tengah kerumunan.

Meskipun di luar tampak tidak ada perlakuan yang menyakitkan secara sengaja, perasaan terpinggirkan itu muncul dengan sangat kuat dan nyata.

Menariknya, dalam banyak situasi, rasa terasing ini bukanlah hasil dari lingkungan sekitar, melainkan cerminan dari perasaan batin dan beberapa sifat yang dimiliki oleh orang tersebut.

Psikologi sosial menyebut fenomena ini sebagai pengucilan sosial yang dirasakan—yaitu saat seseorang merasa tidak diterima, meskipun tidak ada penolakan yang jelas dari orang-orang di sekitarnya.

Seringkali, individu yang merasakannya tanpa sadar menunjukkan sifat-sifat tertentu yang malah memperkuat perasaan keterasingan tersebut.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (5/7), terdapat delapan karakteristik yang biasanya ditunjukkan oleh orang yang selalu merasa terpinggirkan ketika berinteraksi dengan orang lain, menurut pandangan psikologi:

1. Cenderung Terlalu Peka terhadap Sinyal Sosial

Mereka yang merasa terasing umumnya sangat sensitif terhadap sinyal nonverbal dari orang lain seperti nada bicara, ekspresi wajah, atau bahasa tubuh.

Sayangnya, kepekaan ini sering kali berbalik merugikan.

Mereka cenderung melihat sinyal netral sebagai indikasi penolakan atau ketidaksukaan.

Contohnya, jika seseorang hanya sibuk dengan ponselnya, mereka bisa menilai bahwa orang itu sedang menghindar atau tidak menyukai kehadiran mereka.

2. Memiliki Harapan Negatif terhadap Interaksi Sosial

Mereka memasuki situasi sosial dengan anggapan bahwa mereka tidak akan diterima.

Sikap negatif ini dapat berujung pada perilaku yang canggung atau defensif, yang pada akhirnya menciptakan jarak antara mereka dan orang lain.

Dalam psikologi, ini disebut sebagai nubuatan yang terpenuhi sendiri—keyakinan negatif yang menjadi kenyataan akibat sikap kita sendiri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore