Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 03.15 WIB

Hidup Tenang Tanpa Validasi: Berikut 4 Cara Membangun Harga Diri Tanpa Syarat, Menurut Psikolog Harvard

Seorang perempuan duduk sendiri di lantai kamar dengan ekspresi sendu, mencerminkan proses berdamai dengan diri dan luka masa lalu. (Dok. Canva) - Image

Seorang perempuan duduk sendiri di lantai kamar dengan ekspresi sendu, mencerminkan proses berdamai dengan diri dan luka masa lalu. (Dok. Canva)

JawaPos.com – “Saya merasa tidak cukup.” Kalimat sederhana ini mungkin pernah hadir dalam benak banyak orang, termasuk mereka yang dari luar terlihat ‘sempurna’. Namun, di balik pencapaian dan senyum yang ditunjukkan ke dunia, sering kali tersembunyi kegelisahan dan keraguan terhadap nilai diri sendiri.

Dikutip dari TED’s How to Be a Better Human, seorang psikolog klinis bernama Dr. Adia Gooden membagikan pengalamannya dalam menumbuhkan unconditional self-worth, atau rasa berharga yang tak bersyarat, yaitu sebuah perasaan bahwa kita layak dicintai dan dihargai, bukan karena apa yang kita capai, tetapi karena siapa kita sebagai manusia.

Dr. Gooden tumbuh dalam lingkungan keluarga yang hangat dan berkecukupan. Namun, sejak usia 12 tahun, ia sudah merasa ada yang salah dengan dirinya. Ketika berada di pesta teman-teman kulit hitam, ia dianggap tidak pandai menari. Saat berada di lingkungan sekolah mayoritas kulit putih, ia merasa tak terlihat dan tidak dianggap. Maka, muncullah satu tekad untuk menjadi sempurna.

Ia mengejar kesempurnaan melalui prestasi akademik, hubungan sosial, hingga pencarian cinta. Namun, rasa cukup itu selalu bersifat sementara. Setelah satu keberhasilan diraih, standar akan naik kembali. Ia berkata, "Begitu saya mencapai standar yang saya tetapkan untuk merasa layak, standar itu akan naik lagi.”

Menurut Dr. Gooden, self-worth berbeda dengan self-esteem. Jika self-esteem bergantung pada pencapaian, penampilan, dan pengakuan dari luar, maka unconditional self-worth adalah keyakinan bahwa kita berharga tanpa syarat. Kita layak hidup, dicintai, dan mengambil ruang di dunia ini, apa pun yang terjadi.

Sayangnya, masyarakat kerap menanamkan nilai diri berdasarkan prestasi, penampilan, bahkan jumlah likes di media sosial. Pesan tidak langsung dari orang tua, sekolah, dan media iklan membuat kita percaya bahwa kita harus menjadi sesuatu dulu untuk merasa layak.

Dalam artikelnya, Dr. Gooden menawarkan empat cara untuk mulai membangun unconditional self-worth:

1. Memaafkan Diri Sendiri

Banyak dari kita terjebak dalam rasa bersalah atas masa lalu. Memaafkan bukan berarti melupakan, melainkan mengakui, memahami, dan melepaskan beban itu. Ucapkan pada diri sendiri, “Aku memaafkanmu.”

2. Menerima Diri Apa Adanya

Kita terbiasa mengkritik tawa kita yang terlalu keras, cara berpikir yang unik, atau bentuk tubuh yang tidak sesuai standar. Namun, justru melalui penerimaan terhadap keunikan diri, kita mulai percaya bahwa kita berharga.

3. Menemani Diri di Masa Sulit

Saat terluka, alih-alih menghakimi diri sendiri, kita bisa menjadi pendamping yang hangat. Cukup akui rasa sakitnya dan beri diri sendiri pelukan, baik secara fisik maupun emosional.

4. Terhubung dengan Orang-Orang yang Mendukung

Merasa sendiri hanya akan memperparah rasa tak layak. Padahal, kenyataannya kita tidak sendiri. Mengelilingi diri dengan orang-orang yang menerima kita tanpa syarat akan menguatkan keyakinan bahwa kita berharga.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore