
Ilustrasi: Kakek sedang menggunakan ponsel. (Pexels)
JawaPos.com – Setiap generasi memiliki keunikannya sendiri, begitu juga dengan generasi Baby Boomers, yaitu mereka yang lahir antara tahun 1946 hingga 1964.
Sebagai generasi yang tumbuh di era perubahan besar seperti pasca-perang, perkembangan industri, dan awal teknologi, para boomers sering dikenal sebagai pekerja keras, disiplin, dan penuh prinsip.
Namun, di balik semua kualitas positif itu, ada juga sisi lain yang bisa jadi tantangan saat berinteraksi dengan mereka, terutama di era modern seperti sekarang. Apalagi saat perbedaan nilai dan cara pandang antar generasi semakin terasa, misalnya antara Baby Boomers dan generasi milenial atau Gen Z.
Melansir dari laman Blog Herald, Jumat (25/4), dalam artikel ini akan membahas 7 tipe Baby Boomers yang dianggap paling menantang menurut sudut pandang psikologi.
1. Baby boomers yang menganut prinsip “caraku atau pergi”
Pernahkah kamu menjumpai seseorang dari generasi boomer yang menolak setiap bentuk perubahan dan bersikeras bahwa hanya caranya yang benar?
Jika iya, kemungkinan besar kamu sedang berhadapan dengan sosok yang menganut prinsip “dengan caraku atau silakan pergi”.
Boomer dengan pola pikir seperti ini cenderung berpegang teguh pada kebiasaan lama dan enggan menerima pendekatan atau gagasan baru. Sikap yang tidak terbuka terhadap pandangan lain ini sering kali menimbulkan tantangan dalam berkomunikasi, bahkan dapat memicu konflik serta rasa frustasi dalam lingkungan kerja maupun sosial.
2. Baby boomers yang merasa masih muda
Mari kita bicara soal boomer yang masih merasa muda terus. Mereka ini biasanya suka bernostalgia, sering membandingkan segalanya dengan zaman dulu dan agak susah menerima kenyataan bahwa waktu sudah berubah.
Sering kali, mereka sulit beradaptasi dengan hal-hal baru karena masih terjebak dalam masa keemasan mereka.
3. Baby boomers yang menganut pola asuh “helikopter parent”
Generasi baby boomers yang disebut “Helicopter Parent” adalah orang tua yang terlalu sering ikut campur dalam kehidupan anak-anaknya, meskipun anak-anaknya sudah dewasa. Mereka selalu ingin tahu, suka memberi nasihat tanpa diminta, dan sulit melepaskan kontrol.
Niat mereka sebenarnya baik, yaitu ingin membantu. Tapi karena terlalu terlibat, justru bisa membuat anak merasa stres dan kurang percaya diri.
Anak-anak dari orang tua seperti ini cenderung tidak yakin pada kemampuan diri mereka sendiri untuk menghadapi tantangan atau mencapai tujuan. Jadi, meskipun maksudnya baik, orang tua tipe ini bisa tanpa sadar menghambat kemandirian anak.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
