Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 April 2025 | 14.41 WIB

Orang yang Tumbuh dengan Sedikit Kasih Sayang, Biasanya Memiliki 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi orang kurang kasih sayang. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang kurang kasih sayang. (Freepik)

JawaPos.com - Tumbuh dengan penuh cinta dan kasih sayang adalah impian bagi setiap orang di dunia ini, dan biasanya didapatkan dari keluarga maupun orang sekitar.

Namun sayangnya tidak semua orang lahir di dunia ini mendapatkan kasih sayang secara utuh, bahkan keluarganya pun bisa mengabaikan begitu saja. Dampak dari perilaku ini juga bisa terbawa hingga dewasa.

Mengutip dari laman Dosen Psikologi pada Sabtu (12/04) orang yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang, biasanya tidak mampu mengenal diri sendiri, sering merasa curiga, sangat sensitif, hingga kecerdasan emosioanal yang rendah.

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Sabtu (12/04) orang yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang, biasanya memiliki 7 perilaku ini menurut psikologi :

1. Mendambakan validasi

Salah satu tanda yang paling jelas dari seseorang yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang adalah kebutuhan mereka yang konstan akan validasi. Perilaku ini dapat ditelusuri kembali ke masa kecil mereka ketika terus-menerus mencari, tetapi tidak menerima kasih sayang yang mereka butuhkan.

Kebutuhan ini terbawa ke dalam kehidupan dewasa yang bermanifestasi sebagai keinginan terus-menerus untuk menyenangkan orang lain dan kerinduan yang tak terpuaskan untuk penegasan.

Dengan memahami perilaku ini, kita dapat membantu diri sendiri atau orang lain untuk mengenali kerinduan konstan untuk validasi ini sebagai gejala dari kebutuhan emosional masa lalu yang belum terpenuhi.

2. Kesulitan dalam membentuk hubungan dekat

Ini adalah perilaku umum lainnya yang terlihat pada individu yang tidak menerima banyak kasih sayang selama masa kecil. Mereka belajar sejak dini bahwa tidak dapat mengandalkan orang lain untuk dukungan emosional, yang sering mengarah pada ketakutan yang mendalam akan kerentanan dan ketergantungan.

3. Kecenderungan untuk mengisolasi diri

Psikoanalis Erik Erikson pernah berkata, "Hidup tidak masuk akal tanpa saling ketergantungan. Kami saling membutuhkan, dan semakin cepat kami mempelajarinya, semakin baik bagi kami semua."

Ini adalah pengingat pedih bahwa manusia adalah makhluk sosial, dan isolasi diri lebih merupakan strategi bertahan hidup daripada benar-benar hidup. Kebenaran mentah ini mungkin sulit ditelan, terutama bagi kita yang telah membangun kerajaan kesendirian di sekitar diri sendiri.

4. Terlalu mandiri

Terkadang kekuatan bisa menjadi pedang bermata dua, terutama ketika menyangkut orang-orang yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang. Salah satu perilaku tersebut adalah ketergantungan yang berlebihan pada diri sendiri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore