Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Maret 2025 | 23.02 WIB

Sering Mendengar 4 Kalimat Ini saat Masih Kecil? Berarti Kamu Tumbuh dengan Orang Tua yang Tidak Menghormatimu

Ilustari orang tua dan anak (freepik/karlyukav) - Image

Ilustari orang tua dan anak (freepik/karlyukav)

JawaPos.com - Sebagian orang selalu percaya bahwa orang tua tahu yang terbaik untuk anak. Orang tua menjadi figur penting yang membentuk pemahaman seorang anak tentang dunia.

Setiap kalimat yang terucap dapat mempengaruhi pemikiran anak. Cara orang tua berbicara dengan anak dapat membangun atau justru menggerogoti kepercayaan diri dan harga diri seorang anak.

Ada beberapa kalimat tertentu yang menjadi tanda bahwa orang tua tidak benar-benar menghargai seorang anak sebagai individu.

Kalimat ini mungkin terucap tanpa mereka sadari, namun sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang seorang anak sebagai individu.

Berikut beberapa kalimat yang umum dikatakan orang tua dapat meninggalkan dampak kurang baik untuk anak, sebagaimana dilansir dari laman geediting.

1. "Karena aku bilang begitu..."

Anak kecil biasanya sering bertanya alasan kenapa mereka dilarang melakukan suatu hal, seperti 'mengapa aku tidak boleh melakukan ini?' atau 'Kenapa aku tidak boleh pergi kesana?'.

Rasa ingin tahu yang luar biasa ini kemudian dihentikan dengan jawaban sederhana 'karena aku bilang begitu' tentu tidak akan memberikan jawaban memuaskan untuk sang anak.

Kalimat ini dapat mengirimkan pesan ke pikiran anak bahwa perasaan mereka berarti tidak penting, kepatuhan kepada orang tua lebih penting daripada pemahaman.

Pengasuhan yang saling menghormati membutuhkan komunikasi yang baik. Jika pertanyaan anak terus diabaikan dapat menumbuhkan perasaan bahwa suara mereka tidak begitu diperhitungkan.

2. "Kamu terlalu sensitif"

Seorang anak juga bisa merasa kesal jika ada seseorang membuat lelucon yang menyinggung, mereka juga bisa angkat bicara ketika ada yang menyakiti.

Sebagai orang tua sebaiknya jangan menghakimi perasaan mereka dengan berucap 'Kamu terlalu sensitif' ini adalah bentuk penolakan diam-diam yang dapat membuat seorang anak meragukan dirinya sendiri.

Kalimat ini seakan mengajarkan bahwa perasaan seorang anak itu berlebihan, bahwa rasa sakit yang dirasakan tidak nyata.

Seiring berjalannya waktu, kalimat ini dapat mempengaruhi pertumbuhan anak. Mereka jadi sering menepis hal yang menyinggung dan menyakinkan diri sendiri bahwa ia hanya terlalu sensitif terhadap sesuatu, bahkan ketika sesuatu tersebut jelas-jelas menyakitkan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore