
Ilustrasi orang yang hanya bertahan hidup. (Pexels.com/AlexGreen)
JawaPos.com - Hidup memang tidak lepas dari masalah dan ujian, terkadang semuanya terasa sesak dan sering kali merasa bahwa diri ini sudah tidak sanggup lagi menghadapinya.
Namun mengakhiri hidup juga bukan jalan keluar yang baik, kita hanya perlu bertahan hingga waktu kematian itu tiba dan tugas di dunia ini sudah selesai.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Kamis (06/03) menurut psikologi, terdapat 8 tanda bahwa seseorang hanya bertahan hidup dan bukan benar-benar hidup :
1. Merasa sama setiap harinya
Ketika kamu hanya bertahan hidup, setiap harinya akan terasa sama. Seperti bangun, pergi bekerja, menangani tanggung jawab, dan mengulanginya tanpa banyak kegembiraan atau variasi.
Psikologi menyebut ini "kehidupan autopilot." Itu terjadi ketika otak berhenti terlibat secara aktif dengan pengalaman karena semuanya terasa rutin.
Namun di sisi lain, sebetulnya hidup akan membawa rasa kehadiran dan kesadaran. Kamu dapat melihat kegembiraan kecil, mencoba hal-hal baru, dan benar-benar merasa terhubung dengan kehidupan sehari-hari.
2. Terus-menerus menunggu akhir pekan
Senin sampai Jumat terasa seperti sesuatu yang berat untuk dilakukan. Tetapi bahkan ketika akhir pekan tiba, itu tidak pernah terasa cukup.
Psikolog menyebut ini "kecanduan tujuan" kebiasaan selalu melihat ke depan untuk istirahat berikutnya, liburan, atau peristiwa besar dalam hidup alih-alih menikmati saat ini, dan itu adalah tanda bahwa kamu bertahan hidup, tidak benar-benar hidup.
Ketika benar-benar terlibat dalam kehidupan, bahkan saat-saat biasa pun terasa bermakna. Kamu tidak hanya menghitung mundur ke hari Jumat, tapi menemukan kegembiraan di hari Selasa atau Kamis sore.
3. Tidak ingat kapan terakhir kali bersenang-senang
Ketika hidup menjadi tentang tanggung jawab, kesenangan sering kali menjadi hal pertama yang harus dilakukan. Hobi, petualangan, atau bahkan momen-momen sederhana mulai terasa seperti kemewahan bukan kepentingan.
Tetapi penelitian menunjukkan bahwa terlibat dalam kegiatan yang menyenangkan bukan hanya tambahan yang bagus untuk hidup, tapi sebenarnya sangat penting untuk kesejahteraan mental.
Orang-orang yang secara teratur meluangkan waktu untuk hobi dan kegiatan rekreasi memiliki tingkat stres yang lebih rendah, kesehatan mental yang lebih baik, dan bahkan meningkatkan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
