Ilustrasi seseorang yang merasa stress saat ulang tahunnya tiba.(Freepik/Lifestylememory)
JawaPos.com – Dalam era digital, komunikasi melalui grup chat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, di setiap grup pasti ada beberapa orang yang lebih memilih diam dan jarang berkontribusi dalam percakapan.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi bisa dijelaskan melalui perspektif psikologi. Beberapa orang merasa cemas akan respons yang akan mereka terima, sementara yang lain terlalu banyak berpikir sebelum mengetik pesan.
Ada juga yang merasa tidak cukup terhubung dengan anggota grup, sehingga lebih memilih menjadi pengamat daripada peserta aktif. Faktor-faktor psikologis ini membentuk pola diam yang sering kali disalahartikan sebagai ketidaktertarikan.
Memahami penyebabnya dapat membantu kita lebih memahami perilaku komunikasi orang lain di dunia digital. Dilansir dari News Reports, Minggu (2/3), berikut delapan alasan psikologis mengapa seseorang cenderung pasif dalam grup chat.
1. Mereka Terlalu Banyak Berpikir
Sebagian orang tidak berbicara dalam grup chat karena mereka terlalu sibuk menganalisis setiap kemungkinan respons yang akan mereka berikan.
Sebelum mengetik pesan, mereka akan berpikir: Apakah ini akan diterima dengan baik? Bagaimana jika tidak ada yang merespons? Apakah ini terdengar aneh? Akibatnya, mereka terus menunda dan akhirnya memilih untuk tidak berbicara sama sekali.
2. Mereka Merasa Pendapatnya Tidak Penting
Sebagian orang memilih diam karena merasa kontribusinya tidak diperlukan. Ketika seseorang merasa suaranya tidak berarti, mereka akan lebih memilih untuk tidak berbicara sama sekali.
Mereka mungkin ingin berpartisipasi, tetapi sebelum sempat mengetik sesuatu, topik sudah berganti, dan mereka merasa tidak relevan lagi untuk berbicara.
3. Mereka Takut Dianggap Aneh atau Dihakimi
Berbicara di grup chat, bahkan dalam bentuk teks, bisa terasa menakutkan bagi sebagian orang. Mereka khawatir jika pesan mereka tidak mendapat respons, dianggap aneh, atau bahkan menjadi bahan candaan di antara anggota grup lainnya.
Bagi mereka yang takut akan penilaian orang lain, diam sering kali terasa lebih aman dibandingkan risiko terlihat canggung atau kurang menarik di mata anggota grup lainnya.
4. Mereka Merasa Tidak Terhubung dengan Grup

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
