Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Maret 2026, 00.05 WIB

Polres Metro Jakpus Kumpulkan Barang Bukti di Lokasi Penyiraman Air Keras, Mulai Wadah Sampai Helm Terduga Pelaku

Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa) - Image

Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa)

JawaPos.com - Penyidik Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) menemukan sejumlah barang bukti dari lokasi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Jalan Salemba I, Senen. Termasuk diantaranya wadah serta helm yang diduga digunakan oleh terduga pelaku.

Kapolres Metro Jakpus Kombes Reynold E. P. Hutagalung mengungkap secara langsung berbagai temuan dari lokasi penyiraman air keras tersebut. Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya hari ini (16/3) dia menyampaikan, pengumpulan barang bukti merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.

”Barang bukti yang didapatkan di TKP yaitu yang pertama pakaian yang digunakan korban setelah disiram cairan berbahaya. Yang kedua, helm korban saat dilepas atau setelah dilepas akibat disiram cairan berbahaya yang diduga (sengaja disiramkan) oleh pelaku,” ungkap dia.

Helm tersebut diserahkan oleh Bhabinkamtibmas bernama Aipda Faisyal kepada personel Satreskrim Polres Metro Jakpus. Selain itu, penyidik telah menyisir Jalan Salemba I mengarah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dari lokasi itu juga ditemukan beberapa barang bukti yang diduga milik terduga pelaku.

”Itu bersesuaian dengan rekaman CCTV, bahwa pelaku yang mengendarai (sepeda motor) menggunakan helm tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, penyidik menemukan sisa cairan yang diduga cairan berbahaya. Cairan tersebut ditemukan pada permukaan jalan aspal. Posisi sepeda motor korban setelah terkena cairan berbahaya juga ikut diperiksa. Termasuk posisi korban saat membuka helm hingga melepaskan pakaiannya.

”Posisi korban saat duduk di trotoar dari keterangan korban setelah korban terkena cairan yang diduga cairan berbahaya tersebut,” kata dia.

Kemudian, polisi juga mengamankan cairan berwarna merah yang diduga kuat sebagai cairan berbahaya. Cairan itu menempel pada besi jembatan di sekitar lokasi kejadian. Yang juga tidak luput dari penyidik adalah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Sebelumnya diberitakan bahwa aksi kekerasan terhadap aktivis kembali terjadi. Kali ini menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Dia menjadi korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh orang tidak dikenal pada Kamis tengah malam (12/3).

Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka bakar serius. Dokter RSCM menyatakan bahwa Adrie mengalami luka bakar 24 persen. Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan bahwa luka bakar yang dialami oleh Andrie nyaris di sekujur tubuh.

”Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (13/3).

Dimas mengungkapkan bahwa serangan terhadap Andrie terjadi setelah dia melakukan siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus). Podcast tersebut bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.

”Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” ungkap dia.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore