
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus sebanyak empat orang. Polda Metro Jaya memastikan hal itu setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan sejak peristiwa terjadi pada Kamis tengah malam (12/3).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengungkapkan bahwa empat orang terduga pelaku sudah membuntuti Andrie beberapa jam sebelum penyiraman air keras dilakukan di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus).
”Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah YLBHI,” kata Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Senin (16/3).
Berdasar data dan informasi dari rekaman CCTV, Iman menyatakan bahwa para pelaku membuntuti Andrie saat mengisi BBM di SPBU Cikini sekitar pukul 23.32 WIB-23.35 WIB. Dia memastikan bahwa empat terduga pelaku tersebut terlihat di SPBU Cikini.
Baca Juga:Ramalan 5 Zodiak Paling Berpotensi Kaya Raya pada Maret 2026: Libra, Capricorn, Taurus, Leo, Scorpio
an oleh KontraS kepada awak media, Andrie memang sempat mengisi BBM di SPBU Cikini. Dari lokasi itu, dia kemudian melanjutkan perjalanan untuk pulang. Nahas, di Jalan Salemba I, persisnya di persimpangan Jalan Talang, orang tidak dikenal menyiramkan air keras.
”Kejadian pada pukul 23.37 WIB, hari Kamis tanggal 12 Maret 2026 di Jalan Salemba I, persimpangan Jalan Talang, wilayah Jakarta Pusat. Di sana tempat kejadian perkara,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa aksi kekerasan terhadap aktivis kembali terjadi. Kali ini menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Dia menjadi korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh orang tidak dikenal pada Kamis tengah malam (12/3).
Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka bakar serius. Dokter RSCM menyatakan bahwa Adrie mengalami luka bakar 24 persen. Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan bahwa luka bakar yang dialami oleh Andrie nyaris di sekujur tubuh.
”Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (13/3).
Dimas mengungkapkan bahwa serangan terhadap Andrie terjadi setelah dia melakukan siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus). Podcast tersebut bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.
”Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” ungkap dia.
