Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 01.08 WIB

Diperiksa Bareskrim soal Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Jokowi: Ditanya Sekitar Ijazah dari SD, SMP, SMA, hingga Universitas

Presiden ketujuh Joko Widodo memberikan keterangan pada awak media di depan Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/5/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos) - Image

Presiden ketujuh Joko Widodo memberikan keterangan pada awak media di depan Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/5/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo terus bergulir. hari ini, Selasa (20/5) Jokowi mendatangi Bareskrim sebagai saksi dalam kasus dugaan ijazah palsu tersebut.

Jokowi menjawab 22 pertanyaan seputar ijazah palsu. Dia juga mengambil kembali ijazahnya yang berada di tangan penyidik Bareskrim.

Jokowi tiba di Bareskrim sekitar pukul 09.40. Dia mengenakan batik coklat dengan peci hitam. Saat masuk ke Bareskrim, Jokowi hanya tersenyum. Mantann Gubernur DKI Jakarta itu baru keluar dari Bareskrim Sekitar pukul 10.47.

Jokowi menjelaskan, kedatangannya ke Bareskrim adalah untuk memberikan keterangan atas aduan masyarakat terkait kasus ijazah palsu kepada penyidik. "Pagi hari ini saya mendapatkan undangan dari Bareskrim dan saya memenuhi undangan itu," ujarnya.

Selain itu, Jokowi mengaku juga mengambil ijazah yang beberapa waktu lalu diantarkan kepada Bareskrim. "Sudah saya ambil ijazahnya," paparnya sembari tampak membawa map hitam.

Dalam pemeriksaan tersebut, Jokowi mengaku mendapat 22 pertanyaan. "Ya sekitar ijazah dari SD, SMP, SMA hingga universitas," urainya.

Meski banyak pihak merasa kasus ini bisa selesai dengan menunjukkan ijazah tersebut, Jokowi menyatakan bahwa ijazah nanti akan dibuka pada saat diminta oleh pengadilan. "Ya, oleh hakim," ujarnya di lobi Bareskrim.

Menurut Jokowi, ia sebenarnya sedih bila kasus ini terus berlanjut ke tahap berikutnya. Meski begitu, Jokowi merasa polemik ijazah tersebut sudah keterlaluan. "Saya kasihan, tapi ya ini kan sudah keterlaluan," jelasnya.

Apakah tidak ingin mediasi? Jokowi menuturkan bahwa laporan itu dilayangkan supaya masalah ijazah itu jelas dan gamblang. "Lembaga yang paling kompeten untuk saya menunjukkan ijazah saya itu ya di pengadilan nanti," ucapnya.

Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, proses penyelidikan secara simultan dan berkesinambungan masih berlangsung terkait kasus dugaan ijazah palsu.

"Tahapan tentu dilakukan secara prosedural dan profesional kemudian juga menunggu hasil dari laboratorium forensik," paparnya.

Tindak lanjut berikutnya adalah penyidik akan melakukan gelar perkara pada minggu ini. "Apa yang dihasilkan dalam proses penyelidikan akan disampaikan secara terbuka dan transparan," terangnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore