Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 April 2025 | 00.02 WIB

Kritisi Kepala BGN yang Sebut Keracunan MBG Hanya Sebagian Kecil, Koalisi Sipil: Pernyataan yang Bodoh!

Guru mengarahkan murid berkebutuhan khusus sebelum menyantap makanan saat pelaksanaan MBG di Sekolah Khusus Negeri 01 Tangerang Selatan, Banten, Senin (28/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Program prioritas Presiden Prabowo Subianto berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik. Terlebih, belakangan ini ramai pemberitaan anak-anak yang mengonsumsi MBG mengalami keracunan, seperti yang belakangan ini terjadi di Cianjur, Jawa Barat.

Koalisi Kawal Pendidikan Jakarta, Irwan Aldrin menyesalkan pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, yang menyebut hanya sebagian kecil anak-anak mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG. Seharusnya, BGN melakukan evaluasi dari peristiwa tersebut.

"Keracunan yang dibecandain dengan bilang itu kan cuma sebagian kecil anak-anak yang keracunan. Itu kan sebetulnya satu pernyataan yang sangat-sangat luar biasa bodoh dan tidak bertanggung jawab," kata Irwan dalam Diskusi dan Launching Hasil Pemantauan Makan Bergizi Gratis yang diselenggarakan Indonesia Corruption Watch (ICW) di Jakarta, Selasa (29/4).

Irwan menegaskan, ada satu anak yang sakit dalam mengonsumsi MBG itu merupakan masalah. Ia tak memungkiri, kondisi itu membuat banyak orang tua khawatir jika anak-anaknya mengonsumsi MBG.

"Itu kan membuat orang tua makin khawatir, cara menyampaikan, cara memberi pernyataan yang seperti itu tuh betul-betul bikin orang tua khawatir," cetus Irwan.

Karena itu, Irwan menegaskan masyarakat harus benar-benar memantau terhadap proyek MBG yang menelan anggaran Rp 25 triliun setiap bulan. Ia pun menyesalkan negara harus berhutang untuk membiayai program MBG.

"Hutang kita yang dimiliki itu cuma buat membiayai MBG 10 bulan, itu apa enggak kita yang jadi penumpang ini keterlaluan gitu ya," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menemukan adanya tempat makanan atau food tray MBG masih menggunakan bahan dasar plastik. Hal ini ditemukan Dadan dalam pengecekannya ke Cianjur usai adanya 78 siswa dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur yang diduga mengalami keracunan.

 "Yang pertama, food tray-nya harus diganti, karena setengah dari food tray itu masih plastik," ucap Dadan di Asrama Haji Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (24/4). 

Dadan menduga, tempat makan plastik itu yang menjadi penyebab puluhan siswa mengalami gejala keracunan. Karena itu, ia pun menyinggung hanya sebagian kecil anak-anak yang mengalami keracunan.

"Dua sekolah yang sebagian kecil muridnya terkena itu, food tray-nya dari plastik. Makanya kami minta segera diganti," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore