
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai diperiksa oleh Kejagung terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak Pertamina. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok selesai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis (13/3). Lebih kurang delapan jam dia ditanyai oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus). Kepada awak media, dia mengaku diperiksa untuk sembilan orang tersangka.
Usai menjalani pemeriksaan tersebut, Ahok berulang mengaku kaget. Menurut dia, langkah-langkah yang dilakukan oleh penyidik JAM Pidsus Kejagung sudah sangat dalam.
Dia menyatakan bahwa Kejagung sudah memiliki banyak data berkaitan dengan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina.
”Jadi, ternyata dari Kejaksaan Agung mereka punya data yang lebih banyak daripada yang saya tahu. Ibaratnya saya tahu cuma sekaki, dia tahu sudah sekepala. Saya juga kaget-kaget juga,” kata dia.
Ahok mengaku kaget lantaran kasus dugaan korupsi itu terjadi sampai level sub holding PT Pertamina. Sementara dirinya sebagai komut tidak mengawasi subholding secara detail.
Monitoring hanya dilakukan melalui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), termasuk untung dan rugi serta kinerja Pertamina selama dia masih bertugas.
”Kebetulan kinerja Pertamina kan bagus terus selama saya di sana. Jadi, kita nggak tahu tuh, ternyata di bawah ada apa, kita nggak tahu,” imbuhnya.
Kepada penyidik, Ahok menyampaikan bahwa seluruh agenda rapat di Pertamina terekam dan tercatat. Sehingga penyidik JAM Pidsus Kejagung bisa meminta data tersebut kepada Pertamina bila memang dibutuhkan.
Dia menegaskan bahwa kedatangannya memenuhi panggilan penyidik merupakan komitmen untuk membantu proses penyidikan.
”Saya mau membantu mana yang kurang, nanti setelah dia dapat data-data dari Pertamina setelah mereka pelajari, semua rapat kan kami ada rekaman, ada catatan. Nanti kalau butuh saya lagi, saya datang lagi,” imbuhnya.
Pria yang pernah bertugas sebagai gubernur Jakarta itu pun menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap dirinya berlangsung lama karena dia diperiksa untuk sembilan orang tersangka. Sehingga ada proses pemeriksaan dengan pertanyaan yang berulang untuk setiap tersangka. Karena itu pemeriksaan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB baru tuntas petang hari.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
