
Pelaku pamer payudara dan masturbasi di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) itu diduga adalah Siskaeee. (Istimewa)
JawaPos.com - Kasus pembuatan film porno di Jakarta Selatan diduga melibatkan beberapa sosok yang sudah dikenal publik karena kontroversinya seperti Siskaeee dan Virly Virginia. Keduanya bakal dipanggil Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.
“Setidaknya terdapat 12 pemeran dalam film ataupun adegan film dewasa dimaksud, yang ke 12 pemeran wanita yang salah satunya tadi kita lakukan upaya paksa penangkapan dan 11 lainnya saat ini masih kita kembangkan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” ujar Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (12/9).
Kesebelas pemeran perempuan itu yakni CN, E, BLI, M, MGP, S, J, ZS, AB, dua lainnya adalah Siskaeee dan Virly. Sementara 5 pemeran pria yakni BP, P, UR, AG, AD, dan RA. Mereka juga akan dimintai keterangan oleh penyidik.
Rencananya, Siskaeee dan Virly akan dipanggil sebagai saksi pada pekan ini. “SKE dan VV (akan dipanggil untuk diperiksa) pada minggu ini,” jelas Ade Safri.
Siskaeee tentu tak asing lagi. Namanya pernah menyedot perhatian publik pada 2021 silam. Kala itu, dia menghebohkan media sosial karena memamerkan payudara dan area kemaluannya di Bandara Kulon Progo atau Yogyakarta International Airpot (YIA). Video tersebut diduga diunggah pada 23 November 2021.
Setelah videonya viral, Siskaeee jadi buruan polisi. Siskaeee kemudian ditangkap di Bandung oleh jajaran kepolisian Polda Jawa Barat. Dari hasil pengembangan, Siskaeee kemudian dijadikan tersangka. Siskaeee lantas disidangkan dan dijatuhi vonis hukuman penjara selama 10 bulan dan denda Rp 250 juta. Siskaeee dinyatakan bebas pada 19 Juli 2022 lalu.
Fakta mengejutkan muncul dalam penyidikan kala itu Kepolisian Polda Jogjakarta mengatakan, penyidik menemukan kurang lebih 2.000 file video dan 3.700 file foto berisi konten pornografi Siskaeee. Data tersebut disimpan di handphone dan perangkat keras penyimpanan data. Siskaeee mengaku telah membuat konten porno sejak 2017.
Konten dengan format video maupun foto pornografi dibuat di tiga lokasi yakni Jogjakarta, Jakarta, dan Bali. Pengambilan dilakukan di tempat umum seperti mal, parkiran, rest area jalan tol, toko buku, swalayan. Ada juga di ruangan tertutup seperti kos, hotel, tempat gym, dan kamar mandi pesawat.
Fantasi, dorongan, memperlihatkan alat kelamin maupun organ seksualitas kepada orang lain tanpa persetujuan tersebut dilakukan Siskaeee secara sadar. Awalnya karena trauma masa lalu, lama-kelamaan untuk motif ekonomi.
Siskaeee melakukan hal itu untuk memenuhi kepuasan seksual dan mendapatkan penghasilan. “Tersangka melakukan dan merekam sendiri aksinya. Kemudian di-upload dan dijual pada situs berbayar server di luar negeri,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda DIJ yang kala itu dijabat oleh Roberto Pasaribu seperti dikutip Radar Jogja (Jawa Pos Group), Selasa (7/12/2021).
Dari akun media sosial yang dimiliki, sejak 2 Maret 2020 sampai 6 Desember 2021 Siskaeee memperoleh pendapatan kotor Rp 2,1 miliar lebih. Dan, pendapatan bersih Rp 1,7 miliar lebih. Kemudian penghasilan rata-rata setiap bulannya dari konten porno yang diunggah itu Rp 15 juta sampai Rp 20 juta.
Penghasilannya itu sebagian digunakan untuk membeli perhiasan. Roberto menjelaskan, polisi mendapatkan laporan pertama pada 2 Desember 2021. Karena laporan memenuhi unsur, lalu dilakukan penyelidikan langsung dan melalui cyber. Tak selang lama, polisi menemukan. Kemudian dilimpahkan prosesnya dan dilakukan penindakan.
Pada 3 Desember 2021 diketahui posisi Siskaeee di luar DIJ. Dari Jakarta hendak ke Kota Bandung. Polda DIJ berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat, kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka.
Sebelumnya, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap sebuah rumah produksi yang membuat film porno. Rumah produksi ini ditemukan di daerah Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, 5 orang dijadikan tersangka dalam perkara ini. Kelimanya memiliki peran berbeda-beda.
“Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh tim penyelidik gabungan dari Subdit 4 Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, kemudian dilakukan upaya paksa penangkapan terhadap 5 orang tersangkanya,” ujar Ade Safri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/9).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
