
UANG BARU
Keluarga Hardjanto Tutik Berharap Pemerintah Segera Bayar Utang
JawaPos.com - Pengacara Amiziduhu Mendrofa mewakili keluarga besar Hardjanto Tutik menyebut, pemerintah sudah seharusnya membayar utang Rp 62 miliar sesuai putusan hakim. Kepada Jawa Pos, Mendrofa mengatakan, pemerintah harus menjadi teladan masyarakat dengan mengembalikan pinjaman tersebut.
Anda mewakili keluarga besar Hardjanto Tutik?
Kita sudah diberi kuasa sepenuhnya oleh keluarga (Hardjanto Tutik, Red).
Saat ini keluarga Hardjanto tinggal di mana?
Seluruhnya tinggal di Padang.
Apa benar ada wakil pemerintah yang mendekati pihak keluarga (Hardjanto Tutik, Red)?
Tidak ada. Saat ini semua barang bukti ada di tangan kuasa hukum.
Sebetulnya bagaimana awal mulanya kasus pinjaman ini?
Beliau (Lim Tjiang Poan, ayah Hardjanto Tutik, Red) yang meminjamkan ini dulu kan sakit. Dari tahun 1975 sakit. Meninggal tahun 2011. Waktu dia (Lim Tjiang Poan, Red) sakit, tidak bisa diganggu gugat anaknya karena bukti penerimaan (pinjaman, Red) pemerintah sudah ditempatkan dalam boks. Kemudian setelah meninggal pada 2011, baru keluarganya bisa membuka boks itu.
Setelah mendapatkan bukti itu?
Nah, setelah dibuka, mereka (anak Lim Tjiang Poan, Red) menyampaikan kepada menteri keuangan. Dan, jawabannya selalu menyebutkan bahwa pinjaman pemerintah pada 1950 itu sudah kedaluwarsa. Sementara peraturan yang mengatakan kedaluwarsa itu tidak bisa. Sebab, menurut hukum dan asas hukum, (kedaluwarsa peraturan menteri keuangan, Red) tidak bisa diberlakukan untuk umum. Sehingga tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak membayar pinjaman tersebut.
Pada 1950, berapa yang dipinjamkan ke pemerintah?
Waktu itu pinjaman sebesar Rp 83 ribu dan nilai emas pada saat itu adalah Rp 3.800 per 1 kilogram. Dalam hukum perdata itu yang dikenal dengan pasal 1244 KUH Perdata apabila pihak peminjam tidak membayarkan pada saat itu, maka diberikan daya paksa kepada mereka akibat inflasi untuk mengembalikan kerugian yang dialami oleh pemiliknya. Maka, harga emas yang pada saat itu Rp 3.800 dikonversi harga emas sekarang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
