
Suasana gedung Holywings di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (28/6/2022). Pemprov DKI Jakarta melakukan penyegelan terhadap 12 outlet Holywings di Ibu Kota usai pencabutan izin usahanya karena adanya temuan beberapa outlet yang belum memiliki sertifikat
JawaPos.com - Imbas promo miras gratis untuk pemilik nama Muhammad dan Maria, Holywings se-Indonesia menanggung akibatnya. Dari total 38 outlet Holywing yang tersebar di seluruh Indonesia, nyaris semua memilih tutup alias menghentikan operasi untuk sementara waktu.
Namun, ternyata masih ada outlet Holywings yang masih tetap buka dan beroperasi. “(Total) Ada 38 outlet. Yang masih beroperasi hanya dua, di Batam dan Manado,” kata General Manager Holywings Indonesia, Yuli Setiawan, kepada wartawan, Selasa (28/6).
Yuli menyatakan, pihaknya sepenuhnya sadar bahwa promo miras gratis untuk Muhammad dan Maria itu adalah sebuah kesalahan besar. Selain itu, promo miras itu juga telah menimbulkan gelombang protes dan kecaman dari berbagai elemen masyarakat.
Sehingga pada akhirnya menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat. Karena itu, manajemen Holywings di berbagai kota pun memutuskan untuk tutup sendiri. “Kami memang memutuskan untuk menutup sendiri,” katanya seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Rabu (29/6).
Sementara, terkait tindakan sejumlah pemerintah daerah yang mengorek soal perizinan, pihaknya tidak keberatan. “Terlepas dari ada verifikasi pemkot, pemda di kota setempat untuk cek perizinan Holywings, silakan,” ujar Yuli.
Diketahui, dalam kasus promo miras itu, polisi sudah menetapkan enam orang pegawai Holywings sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Keenam tersangka tersebut masing-masing berinisial EJD, 27, selaku Direktur Kreatif Holywings, NDP, 36, selaku desain program dan meneruskan ke tim kreatif.
Kemudian, DAD, 27, pembuat desain promo miras yang viral, EA, 22, tim admin yang mengunggah postingan di media sosial. Lalu AAB, 25, selaku socmed officer dan AAM, 25, selaku admin tim promo yang memberi request.
Kepada polisi, keenamnya mengaku nekat membuat promo miras untuk Muhammad dan Maria untuk meningkatkan penjualan miras di beberapa outlet Holywings. “Motif dari para tersangka membuat konten tersebut untuk menarik pengunjung datang ke outlet HW (Holywings). Khususnya di outlet yang presentase penjualannya (miras) di bawah target 60 persen,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
