
Tersangka Dan buronan Djoko Tjandra (baju orange) dikawal petugas kepolisian saat Tina dibandara Halim perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7). Joko Tjandra merupakan buronan kasus korupsi bank Bali Yang dibawa oleh polisi dari Malaysia pukul 8:45 menit wakt
JawaPos.com - Setelah menjadi buronan pemerintah Indonesia selama 11 tahun, akhirnya Djoko Tjandra berhasil dibekuk oleh aparat Kepolisian Indonesia. Terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali ini ditangkap di Malaysia.
Suksesnya operasi senyap penangkapan Djoko Tjandra itu diapresiasi oleh Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. “Selamat kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia yang berhasil menangkap buronan Djoko Tjandra,” ujar Jazilul Fawaid, (31/7).
Di sela-sela kunjungan kerja di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, politisi PKB itu kerap menyebut Djoko Tjandra sebagai masalah besar di hadapan institusi penegak hukum, seperti Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan Kementerian Hukum dan HAM.
Ditangkapnya Djoko Tjandra menurut anggota Komisi III DPR itu menunjukan sikap polisi yang benar-benar promoter, “profesional, modern, dan terpercaya,” ujarnya.
Apa yang dilakukan oleh Korps Bhayangkara itu sangat mengangkat penilaian publik terhadap kinerja Kepolisian. “Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis mampu meninggalkan warisan yang baik di masa sisa tugasnya,” papar Wakil Ketua Umum PKB itu.
Penangkapan buronan yang pernah lari ke Papua Nugini itu menurut politikus yang biasa disapa gus Jazil itu, dimulai dengan menindak aparat kepolisian yang telah lalai dan teledor dalam menangani masalah Djoko Tjandra.
Dirinya juga menyayangkan, ketika ada aparat kepolisian yang telah menyalahkan wewenang sehingga ikut menyulitkan penangkapan Djoko Tjandra pada waktu sebelumnya. Sehingga dirinya mengapresiasi ketika Idham Azis mencopot beberapa petinggi kepolisian.
Saat Idham Azis mencopot Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo dari jabatannya, Jazilul Fawaid mendukung apa yang dilakukan itu. Hal demikian menunjukan Kapolri tidak tebang pilih.
“Kapolri telah bertindak cepat. Dan bisa membuktikan komitmenya untuk menangkap Djoko Tjandra. Sikap profesional yang menunjukan bahwa masalah tidak berhenti pada bawahannya,” ujarnya.
Gus Jazil juga berharap masalah Djoko Tjandra dituntaskan tidak hanya berbicara kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia, tapi juga kepada Kejaksaan Agung yang baru saja menerima raihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
"Jadi Raihan WTP ini diharapkan bisa menjadi penyemangat dalam menyelesaikan beberapa kasus yang ditangani seperti kasus Djoko Tjandra," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
