Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Juli 2020 | 00.37 WIB

Buronan Interpol Produksi Film Porno untuk Bertahan Hidup di Bali

Wadirkrimum dan Kabidhumas Polda Bali memperlihatkan identitas pelaku. Humas Polda Bali/Antara - Image

Wadirkrimum dan Kabidhumas Polda Bali memperlihatkan identitas pelaku. Humas Polda Bali/Antara

JawaPos.com–Seorang buronan interpol bernama Beam Marcus, 50, memproduksi film porno untuk bertahan hidup selama berada di Bali. Selama Januari sampai dengan Juli 2020, Beam Marcus telah berada di Bali.

”Pekerjaannya ya membuat film porno untuk cari uang di internet. Itu salah satu yang dilakukannya untuk bertahan hidup di Bali. Dia banyak berkomunikasi dengan orang lokal,” kata Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose seperti dilansir dari Antara di Mapolda Bali, di Denpasar pada Jumat (24/7).

Dia mengatakan, saat menetap di Bali, pelaku dengan teman perempuannya menggunggah foto dan video porno pribadi di sebuah laman untuk mendapatkan bayaran yang digunakan sebagai biaya hidup.

”Paspornya warga negara Amerika juga sama. Paspornya yang palsu sudah dibatalkan Pemerintah Amerika Serikat. Mereka sudah mengecek untuk perjalanan ke luar negeri,” ujar Petrus Reinhard Golose.

Pelaku ditangkap Satgas CTOC dan Ditreskrimum Polda Bali pada (23/7) pukul 18.40 wita bersama teman perempuannya berinisial WPC asal AS di sebuah vila di wilayah Kabupaten Badung. Dari peristiwa tersebut, barang bukti yang disita yaitu satu buah paspor, lima telepon genggam, satu pisau lipat, 14 buah sex toys dan 13 barang bukti elektronik lainnya.

”Peran pelaku keduanya (sutradara dan pemain film porno), dengan cara online itu ada spesial order di situ dan dicari. Ini baru ditangkap, belum ada 24 jam jadi masih perlu pendalaman lebih lanjut,” tutur Petrus Reinhard Golose.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali AKBP Suratno mengatakan, untuk teman perempuan pelaku berstatus sebagai saksi dalam perkara tersebut. ”Iya (membuat film porno berdua), namun yang kita temukan baru satu. Kami tidak menghitung secara pasti, yang ada puluhan,” ucap Suratno.

Untuk TKP pembuatan film porno itu dilakukan di Bali. Sedangkan untuk keuntungan yang diperoleh, Suratno mengatakan, tidak menanyakan terkait hal itu, karena tidak masuk dalam materi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=6i7nbAkTVbY

 

https://www.youtube.com/watch?v=UjFhcPVbEgE

 

https://www.youtube.com/watch?v=gYDfVHbCfrA

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore