
Kapolresta Bandung Kombespol Hendra Kurniawan membeber barang daging babi sitaan yang menyerupai daging sapi. Bagus Ahmad Rizaldi/Antara
JawaPos.com–Hati-hati membeli daging sapi. Polresta Bandung mengamankan empat orang pelaku pengedar daging babi yang dijual seolah-olah daging sapi di wilayah Kabupaten Bandung. Daging tersebut dijual lebih murah daripada daging sapi biasanya.
Kapolresta Bandung Kombespol Hendra Kurniawan mengatakan, empat pelaku itu berinisial T, 54; MP, 46; AR, 38; dan AS, 39. Mereka, mengolah daging babi hingga menyerupai daging sapi dengan menggunakan boraks.
”T dan MP ini hanya warga ngontrak kurang lebih satu tahun, berasal dari Solo. Barangnya dikirim temannya dari Solo dengan menggunakan mobil pick up,” kata Hendra seperti dilansir dari Antara di Polresta Bandung pada Senin (11/5).
Hendra menjelaskan, T dan MP berperan sebagai bandar daging tersebut. Sedangkan AR dan AS berperan sebagai bandar sekaligus pengecer. ”AR menjual daging itu di daerah Majalaya dan AS menjual di daerah Baleendah,” terang Hendra.
Hendra menjelaskan, awalnya pelaku T dan M membeli daging babi seharga Rp 45.000 per kilogram dari Solo. Mereka kemudian mengolah daging tersebut agar menyerupai daging sapi. Daging olahan itu dijual seharga Rp 60.000 di tingkat bandar. ”Ada beberapa warga yang mendatangi langsung ke rumah pelaku,” ujar Hendra.
Kemudian dari tingkat bandar, lanjut dia, dibagi lagi ke tingkat pengecer kepada AR dan AS. Mereka, menjual harga Rp 85.000 sampai Rp 90.000 per kilogram ke pasar dan masyarakat.
Sejauh ini, kata Hendra, mereka sudah melakukan aksinya selama kurang lebih satu tahun. Selama aksi itu, menurut Hendra sudah ada sebanyak 63 ton daging babi menyerupai daging sapi yang beredar di masyarakat. ”Jadi secara fisik, daging babi ini lebih pucat, tapi kalau daging sapi ini lebih merah, jadi proses (boraks) daging babi ini menjadi lebih mirip, lebih merah seperti daging sapi,” terang Hendra.
Dari kasus tersebut, polisi telah mengamankan total 600 kilogram daging babi. 500 kilogram di antaranya yang diamankan dari freezer dan 100 kilogram sisanya diamankan dari para pengecer. Para pelaku dijerat dengan pasal 91 A jo pasal 58 ayat 6 UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=3yevCzxrWLA
https://www.youtube.com/watch?v=CaPEtmCK5Kg
https://www.youtube.com/watch?v=_9F8Pe2Z5VQ
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

KPK Dalami Dugaan Korupsi di Sultra dengan Nilai Kerugian Ditaksir Rp 328 Miliar
Prediksi Skor Roma vs Slovan Bratislava di Liga Champions: I Giallorossi Tak Mau Malu Lagi!
4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Prediksi Susunan Pemain Sabah FK vs Borussia Dortmund: Daniel Svensson Siap Duel
Prediksi Skor Bhayangkara FC Vs PSIM Jogja di Super League: Misi Berat Laskar Mataram Curi Poin
Prediksi Fenerbahce vs Slavia Praha di Liga Champions: Tuan Rumah Bidik Kemenangan Perdana
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng FC vs Java United FC: Tim Tamu Siap Curi Poin
Prediksi Skor Isenmulang FC vs Java United: Laskar Kepodang Emas On Fire
Prediksi Skor Vasco da Gama vs Boca Juniors: Duel Ketat demi Tiket Final Copa Sudamericana
Bukan Sekadar Aransemen Ulang, Freya Sebut REVOICE Buka Sisi Lain JKT48

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022