Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Oktober 2017 | 18.19 WIB

Ini Cerita Dibalik Terbakarnya Gudang Petasan di Tangerang

Petugas pemadam kebakaran masih mendinginkan lokasi ledakan dan kebakaran pabrik petasan di Tangerang hingga Kamis (26/10) malam. - Image

Petugas pemadam kebakaran masih mendinginkan lokasi ledakan dan kebakaran pabrik petasan di Tangerang hingga Kamis (26/10) malam.

JawaPos.com - Terbakarnya pabrik petasan di daerah pergudangan Kosambi, Tangerang Kamis (26/10) kemarin, menyisakan luka dan cerita mendalam, baik bagi korban dan keluarganya, maupun saksi mata.


Lukas Bonai, saksi mata terbakarnya pabrik petasan PT Buana Kencana Sukses menuturkan, dirinya mendengar suara ledakan dahsyat dari pabrik tersebut. Saat kejadian, menurutnya, seketika api langsung cepat membesar.


"Dengar suara ledakan besar sekitar pukul 09.00 WIB, sampai bergetar lantai di tempat saya berdiri karena saya tidak jauh dari lokasi," kata Lukas saat ditemui di lokasi kejadian, Kosambi, Tangerang, Banten, Kamis (26/10) malam.


Saat peristiwa terjadi, ia bersama warga lain dan juga anggota Brimob yang berada tepat di depan tempat pabrik tersebut, langsung bergegas menolong karyawan yang terjebak di dalam pabrik.


"Ingin coba menolong, tapi gerbang tertutup rapat (terkunci), terus kita terpaksa bongkar tembok pabrik dengan martil," ungkap Lukas yang mengaku berada sekitar 20 meter saat kebakaran terjadi.


Akhirnya, sekitar pukul 09.20 WIB, ia bersama anggota Brimob Polri menjebol empat tembok pabrik pembuat petasan tersebut. Tidak lama kemudian mobil pemadam kebakaran berdatangan.


"Ada sekitar empat tembok kami bobol, sekitar pukul 09.20 WIB. Saat itu pintu gerbang masih tertutup, belum terbuka," ungkap lukas bercerita.


Tembok tersebut terpaksa dijebol untuk menyelamatkan para korban yang terjebak di dalam pabrik, lantaran gerbang tertutup rapat. Usai dirinya masuk, ia melihat beberapa karyawan masuk ke dalam kolam untuk menyelamatkan diri.


"Pas ngebobol tembok ada beberapa karyawan di dalam bak mandi, tapi saya tidak tau selamat atau tidak di dalam situ," tuturnya.


Saat  itu katanya, api masih berkobar, hujan pasir beserta bau belerang tercium menyengat dari dalam pabrik PT Buana Kencana Sukses. "Itu ketika api masih menyala seperti hujan pasir dan bau belerang menyengat tercium dari dalam pabrik," ujar Lukas.


Pada saat kejadian menurutnya, banyak dari karyawan yang menyelamatkan diri dengan loncat dari atas tembok, serta banyak dari korban terlihat mengalami luka bakar.


Bahkan Lukas menyebut, terdengar suara minta tolong dari belakang pabrik, dan warga tidak sempat membobol bagian belakang pabrik karena kobaran api yang semakin membesar.


"Terdengar teriakan minta tolong-tolong dari belakang pabrik, korban paling banyak ada di paling pojok belakang pabrik. Bagian belakang tidak dibobol karena tidak sempat. Banyak korban tertumpuk," terang Lukas.


Menurut Lukas, sebelumnya lokasi pabrik petasan tersebut merupakan tempat penjualan besi tua. Namun, tiga bulan terkahir tempat itu tertutup dan tidak banyak diketahui warga mengenai aktivitas di dalam pabrik.


"Jadi memang awalnya itu tempat penjualan besi tua cukup lama dari 2011. Namun, beralih fungsinya tiga bulan terakhir," tuturnya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore