
Korban bom Kampung Melayu Jaktim sudah semakin membaik
JawaPos.com - Tubuh Tasdik Saputra masih terbaring di ruang 709 Rumah Sakit Budhi Asih, Kramat Jati, Jakarta Timur. Pria berusia 42 tahun itu baru saja selesai menjalani operasi otot lengan tangan kanan, kamis (25/5) lalu.
Operasi tersebut berlangsung selama empat jam. Tasdik adalah salah satu korban bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.
"Tangan masih kerasa linu dan sakit kalau digerakin. Mungkin karena efek operasi kali ya. Tidak hanya tangan saja yang terluka. Betis kaki kanan saya juga mengalami luka robek cukup parah. Dan dijahit sebanyak 10 jahitan," katanya di Rumah Sakit Budhi Asih, kemarin (26/5).
Meskipun begitu dirinya merasa kalau tubuhnya itu telah sehat. Jauh berbeda ketika pertama kali dievakuasi ke rumah sakit. Dia ingin segera pulang ke kediamannya di Depok, Jawa Barat.
Peristiwa ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, tidak akan pernah terlupakan. Tasdik masih ingat betul peristiwa tersebut terjadi. Ketika itu sekitar pukul 20.5, rabu (24/5) lalu, dia sedang mengemudi sepeda motor.
Dia melintas dari arah utara ke selatan. Ketika roda sepeda motornya tersebut melaju tepat di bawah Fly Over Terminal Kampung melayu, suara ledakan terdengar. Suara tersebut sangat keras. Kemudian kedua matanya itu melihat seorang anggota polisi telah terkapar. Spontan dirinya bergegas melakukan pertolongan.
"Saya berlari menghampiri korban yang merupakan anggota polisi itu," ucap dia.
Ketika hendak melakukan evakuasi tiba-tiba suara ledakan kembali terdengar. Ledakan tersebut berasal dari parkir sepeda motor yang berada dekat Halte Transjakarta. Jaraknya sekitar dua meter. Ledakan tersebut berhasil membuat dirinya tak berdaya.
Beberapa serpihan bom menusuk ke dalam tubuhnya. Seketika tubuhnya itu terkapar. Meskipun begitu Tasdik masih sadarkan diri. Dengan jalan terseok-seok dia keluar dari lokasi bom dan meminta pertolongan.
"Saat peristiwa itu kondisi di lokasi sangat kacau. Warga berhamburan dan menyelamatkan diri masing-masing. Saya melihat jelas, beberapa orang anggota kepolisian dan warga lain telah terkapar. Karena waktu itu posisi saya juga dalam kondisi terluka, saya tidak bisa membantu merekam. Saya keluar dan meminta tukang ojek untuk cepat membawa saya ke klinik terdekat," kenangnya.
Tasdik mengaku tidak ingat dengan wajah kedua pelaku. Meskipun dirinya berjarak sangat dekat kepada pelaku. Namun karena kondisi telah gaduh saat ledakan bom pertama, sehingga membuat dia tidak memperhatikan orang yang berada di sekililingnya. Dirinya hanya fokus terhadap seorang anggota polisi yang terluka. (ian/yuz/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
