Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Mei 2017 | 14.57 WIB

Korban Bom Kampung Melayu: Bekas Jahitan Masih Terasa Linu

Korban bom Kampung Melayu Jaktim sudah semakin membaik - Image

Korban bom Kampung Melayu Jaktim sudah semakin membaik

JawaPos.com - Tubuh Tasdik Saputra masih terbaring di ruang 709 Rumah Sakit Budhi Asih, Kramat Jati, Jakarta Timur. Pria berusia 42 tahun itu baru saja selesai menjalani operasi otot lengan tangan kanan, kamis (25/5) lalu.

Operasi tersebut berlangsung selama empat jam. Tasdik adalah salah satu korban bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.

"Tangan masih kerasa linu dan sakit kalau digerakin. Mungkin karena efek operasi kali ya. Tidak hanya tangan saja yang terluka. Betis kaki kanan saya juga mengalami luka robek cukup parah. Dan dijahit sebanyak 10 jahitan," katanya di Rumah Sakit Budhi Asih, kemarin (26/5).

Meskipun begitu dirinya merasa kalau tubuhnya itu telah sehat. Jauh berbeda ketika pertama kali dievakuasi ke rumah sakit. Dia ingin segera pulang ke kediamannya di Depok, Jawa Barat.

‎Peristiwa ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, tidak akan pernah terlupakan. Tasdik masih ingat betul peristiwa tersebut terjadi. Ketika itu sekitar pukul 20.5, rabu (24/5) lalu, dia sedang mengemudi sepeda motor.

Dia melintas dari arah utara ke selatan. Ketika roda sepeda motornya tersebut melaju tepat di bawah Fly Over Terminal Kampung melayu, suara ledakan terdengar. Suara tersebut sangat keras. Kemudian kedua matanya itu melihat seorang anggota polisi telah terkapar. Spontan dirinya bergegas melakukan pertolongan.

"Saya berlari menghampiri korban yang merupakan anggota polisi itu," ucap dia.

Ketika hendak melakukan evakuasi tiba-tiba suara ledakan kembali terdengar. Ledakan tersebut berasal dari parkir sepeda motor yang berada dekat Halte Transjakarta. Jaraknya sekitar dua meter. Ledakan tersebut berhasil membuat dirinya tak berdaya.

Beberapa serpihan bom menusuk ke dalam tubuhnya. Seketika tubuhnya itu terkapar. Meskipun begitu Tasdik masih sadarkan diri. Dengan jalan terseok-seok dia keluar dari lokasi bom dan meminta pertolongan.

"Saat peristiwa itu kondisi di lokasi sangat kacau. Warga berhamburan dan menyelamatkan diri masing-masing. Saya melihat jelas, beberapa orang anggota kepolisian dan warga lain telah terkapar. Karena waktu itu posisi saya juga dalam kondisi terluka, saya tidak bisa membantu merekam. Saya keluar dan meminta tukang ojek untuk cepat membawa saya ke klinik terdekat," kenangnya.

‎Tasdik mengaku tidak ingat dengan wajah kedua pelaku. Meskipun dirinya berjarak sangat dekat kepada pelaku. Namun karena kondisi telah gaduh saat ledakan bom pertama, sehingga membuat dia tidak memperhatikan orang yang berada di sekililingnya. Dirinya hanya fokus terhadap seorang anggota polisi yang terluka. (ian/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore