Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 April 2017 | 04.58 WIB

Belajar dari Kasus Novel, Polri Akan Perjuangkan CCTV Untuk Monitoring Kejahatan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Berkaca di kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, diketahui sangat pentingnya kamera pengintai atau CCTV. Karena pada saat kejadian, tak ada satupun orang yang melihat, dan hanya CCTV yang ada di lokasi, meski pada saat kejadian di lokasi sedang gelap.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli mengatakan, CCTV telah menjadi bagian dalam mencermati sebuah kejadian. Bahkan memonitoring aktivitas publik yang tak terpantau kepolisian.

"CCTV itu adalah bagian yang penting untuk digunakan sebagai petunjuk dalam mengembangkan sebuah kegiatan penyelidikan. Jadi sangat penting sekali," kata Boy di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/4).

Sejauh ini kata dia hal itu terus diperjuangkan agar CCTV bisa terpasang di kota dan terkoneksi dengan polisi. "Kan selama ini sedang diperjuangkan. Bahkah diperjuangkan bisa menjadi sebuah perda di daerah, pergub, walikota dan bupati untuk semacam mewajibkan pada fasilitas publik, jalan-jalan umum, kepada mereka pengelola gedung," sambung dia.

Menurut Boy, antara pimpinan kepolisian di wilayah dan kepala daerah akan bekerja sama untuk membuat aturan CCTV ini agar bisa diakes kepolisian sebagai alat pemantau. Bahkan hal ini sudah terealisasi di sejumlah daerah. "Beberapa sudah merealisasikan (polres-polres) seperti di Malang, Makasar, Batam, Pontianak. Sekarang baru ditumbuhkankembangkan di kesatuan kewilayahan," papar dia.

Hal ini juga menurutnya diperjuangkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. "Itu yang sudah diarahkan Bapak Kapolri agar menjadi peraturan daerah. Karena peraturan daerah bisa berdampak ketaatan warga, ketaatan dari pengelola daerah-daerah sentra ekonomi, objek vital, pengelola gedung untuk melengkapi dan bahkan jalan-jalan pemungkiman suatu saat," bebernya.

Sementara untuk Jakarta kata dia juga sudah berlaku. Akan tetapi jumlahnya tak terlalu banyak. "Seperti TMC sudah ada tapi itu gak sampai 200 itu perlu dikoneksikan. Kemudian dengan Dinas Perhubungan itu perlu disinergikan. Sudah ada yang disinergikan tapi belum maksimal pemanfaatannya," tukas dia. (elf/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore