Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Januari 2017 | 04.09 WIB

Soal Kemungkinan Sylvi Menjadi Tersangka, Begini Penjelasan Bareskrim

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Pengusutan kasus dugaan korupsi dana hibah Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta tahun anggaran 2014-2015 masih dilakukan Bareskrim Polri. Sejumlah saksi, bahkan terlapor dalam hal ini Sylviana Murni telah dimintai keterangan.

Bareskrim melalui Direktorat Tindak Pidana Korupsi bahkan menegaskan, potensi untuk ditetapkan sebagai tersangka atau potential suspect terhadap Sylviana Murni tetap terbuka. Apalagi, bila ada keterangan yang janggal dari hasil pemeriksaan terhadap Sylvi saat bersaksi selama tujuh jam kepada penyidik Bareskrim Polri, Jumat (20/1) kemarin. "Semua itu kan ada rangkaiannya," tutur Kasubdit I Dittipikor Bareskrim Komisaris Besar Adi Deriyan Jayamarta, Sabtu (21/1).

Saat ini, Bareskrim masih meneliti seluruh dokumen dan keterangan hasil pemeriksaan saksi Sylvi. Setelah itu, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menelusuri indikasi terpenuhinya unsur pidana dalam kasus tersebut.

Dengan demikian, penyidik akan menentukan tahapan selanjutnya. Menaikkan proses hukumnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan dan menetapkan status tersangka. Atau justru mengeluarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3).
 
"Nanti, gelar perkara yang akan kita coba ungkap (unsur pidananya). Kalau nanti diproses, lanjut ke tingkat penyidikan, pasti bu Sylvi kita panggil lagi," papar alumni Akpol 1994 tersebut.

Lalu, bagaimana dengan potensi kerugian negara yang disebabkan dari kasus tersebut. Adi mengatakan hal itu merupakan kewenangan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kerugian negara akan dihitung BPK," pungkas mantan Kapolres Malang, Polda Jawa Timur itu.

Seperti diketahui, Sylvi dimintai kesaksian terkait dugaan korupsi dana hibah Kwarda gerakan Pramuka DKI tahun 2014. Sylvi yang menjabat sebagai Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan saat itu, mengaku menerima dana hibah sebesar Rp 6,8 miliar.

Sylvi menilai, dana hibah tersebut sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur, yang saat itu dipimpin Joko Widodo, bernomor 235 tahun 2014 tanggal 14 Februari .

Menurut Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu itu, dana hibah tersebut telah melewati proses audit oleh auditor independen khusus. Bahkan, Sylvi juga mengaku, sisa dana hibah sebesar Rp 801 juta, sudah dikembalikan ke Pemprov DKI. Mengingat, ada beberapa kegiatan yang tidak terlaksana. (elf/JPG)

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore