
AMANKAN PELAKU: Brigjen TNI (Mar) Andi Rahmat menjelaskan kronologi penembakan oleh Koptu SB di Mako Lantamal VI Makassar kemarin (6/5). Koptu SB telah ditahan untuk menjalani proses hukum.
JawaPos.com – Langit di Jalan Buta-Buta Cadi, Makassar, Minggu (5/5) pagi itu masih gelap. Namun, suara keributan di luar rumah membuat Kopral Satu (Koptu) SB terbangun dari tidur. Dia lalu naik ke balkon lantai 2 rumahnya. Prajurit TNI-AL tersebut melihat dua kelompok terlibat perkelahian. Anak panah dan batu berseliweran di udara. Sebongkah batu juga menghancurkan kaca bagian kanan rumah Koptu SB.
Dari balkon lantai 2 rumahnya, Koptu SB mendengar seseorang berteriak. ”Tembak, Komandan, tembak,” seru seseorang. Teriakan itu diikuti lemparan batu ke arah Koptu SB.
”Selanjutnya, pelaku (Koptu SB, Red) masuk ke dalam kamar untuk mengambil senapan angin berjenis PCP,” kata Komandan Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) VI Makassar Brigjen Marinir Andi Rahmat yang kemarin (6/5) menjelaskan kronologi kasus tersebut.
Koptu SB kemudian kembali ke balkon lantai 2 rumahnya dengan menenteng senapan angin PCP. Dia menembak tiga kali ke arah warga yang bertikai. Tidak ada yang dilaporkan terluka akibat tiga tembakan itu.
Lalu, sekitar pukul 05.00 Wita, Koptu SB turun dari balkon dan keluar rumah. Dia merapat ke samping pagar tol yang berada tidak jauh dari rumahnya. Saat itu Koptu SB melihat tiga orang mendekat ke arahnya. Mereka membawa parang. Merasa keselamatannya terancam, Koptu SB mengarahkan senapan anginnya ke tiga orang tersebut. Dia meletuskan satu tembakan. ”Diduga mengenai korban atas nama Saudara FL pada bagian dada sebelah kanan,” jelasnya.
Selang dua menit kemudian, sekitar pukul 05.02, Koptu SB melihat seseorang membawa senter. Di saat bersamaan, dia mendengar teriakan warga. ”Itu pelakunya membawa senter, Komandan,” kata Andi menirukan teriakan tersebut.
Koptu SB yang merasa terancam kembali melepaskan tembakan sebanyak satu kali. ”Peluru senapan angin itu diduga mengenai kepala korban atas nama Saudara FR,” bebernya. FR roboh bersimbah darah. Dia meninggal dalam penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara. Sedangkan FL masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Wahidin Sudirohusodo.
Bagaimana awal mula keributan antarkelompok warga? Menurut Andi, keributan itu berawal dari hilangnya telepon genggam milik warga Kelurahan Kaluku Bodoa berinisial ST. Entah bagaimana, pelakunya diduga warga kampung sebelah. Karena itu, pertikaian antarkampung terjadi.
Tak lama setelah penembakan tersebut, Andi mengirim tim untuk mengumpulkan data dan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian. Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lantamal VI Makassar juga mengamankan Koptu SB. ”Beserta barang bukti yang digunakan,” ujarnya kemarin.
Andi menegaskan, Lantamal VI Makassar bakal mendalami insiden tersebut melalui proses penyelidikan dan penyidikan. ”Terhadap terduga pelaku akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata dia. Sesuai arahan dari pimpinan TNI-AL, personel yang terbukti melanggar aturan bakal diberi sanksi.
Perwira tinggi dengan satu bintang di pundak itu juga menyampaikan dukacita mendalam kepada korban dan keluarganya. Dia memastikan akan memberikan perhatian ekstra kepada korban luka yang masih menjalani perawatan.
Pada bagian lain, Kasihumas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin saat dikonfirmasi FAJAR membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, dia belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut. Mantan Wakapolsek Manggala itu beralasan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait motif peristiwa tersebut. Begitu juga halnya dengan terduga pelaku yang melakukan penembakan. ”Motif dan pelaku kejadian masih dalam lidik,” pungkasnya.
Profil Senjata
Hingga kemarin, polisi belum menjelaskan secara detail tentang senapan angin PCP yang digunakan Koptu SB. Namun, berdasar penelusuran Jawa Pos ke berbagai sumber, senapan angin PCP atau pre-charged pneumatic air rifles kini menjadi primadona di kalangan penghobi senjata.
Berbeda dengan senapan pegas dan tipe senapan lainnya, senapan itu memungkinkan untuk menembak berturut-turut. Tidak perlu repot mengisi peluru, mengokang, atau memompa di antara setiap tembakan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
