
Photo
JawaPos.com - Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar memgungkapkan, cara perekrutan anggota untuk masuk dalam jaringan Negara Islam Indonesia (NII).
Menurut Aswin, proses perekrutan anggota NII digelar secara terstruktur dan sistematis. Untuk bergabung menjadi kelompok atau disebut dengan warga NII, seseorang harus melalui empat tahap perekrutan yang disebut 'pencorakan', yaitu P1 (Pencorakan 1), P2, PL atau P3, dan P4.
"Pada keempat tahap tersebut secara berjenjang tiap calon warga akan diberi materi dan nilai-nilai terkait menghafal Sapta Subaya, pemahaman syari’at Islam dan ibadahnya, sejarah perjuangan umat Islam, ma’rifatul insan, siroh nabawi, dan berbagai nilai-nilai keislaman versi NII," ujar Aswin kepada wartawan, Senin (18/4).
Aswin mengungkapkan, setelah itu setiap calon selanjutnya akan melalui tiga tahap bai'at yaitu bai'at jama’ah imammah, bai’at NII/kenegaraan, dan bai’at perjuangan.
"Terkhusus bagi yang akan diangkat menjadi pengurus atau pejabat, ada tambahan yaitu bai’at kepengurusan," katanya.
Aswin juga mengungkapkan, dari penangkapan Densus 88 Antiteror Polri terhadap 16 orang tersebut kelompok NII mempunyai sebanyak 1.125 anggota.
"Para tersangka yang sudah ditangkap memberikan keterangan bahwa struktur NII mereka berada pada tingkatan cabang atau kecamatan/ istilah NII IV/Padang dengan anggota mencapai 1.125 di mana sekitar 400 orang di antaranya merupakan personel aktif," ungkapnya.
Aswin mengungkapkan sebanyak, 1.125 anggota teroris NII tersebut terbagi dalam lima ranting yang masing-masing setiap ranting ada sekitar 200 orang.
"Dari jumlah total di tersebut sebanyak 833 orang tersebar di Kabupaten Dharmasraya, dan 292 orang berada di Kabupaten Tanah Datar," katanya.
Aswin berujar jaringan NII juga berencana melengserkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sebelum penyelenggaran Pemilu 2024 mendatang.
"Barang bukti yang ditemukan menunjukan sejumlah rencana yang tengah dipersiapkan oleh jaringan NII Sumatera Barat, yakni upaya melengserkan pemerintah yang berdaulat sebelum tahun Pemilu 2024," tuturnya.
Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Polri menciduk 16 teroris di Sumatera Barat. Saat ini mereka telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebanyak 16 teroris tersebut merupakan kelompok dari NII.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, kelompok jaringan teroris NII juga telah melakukan pencucian otak terhadap 77 anak-anak di bawah umur.
Belasan orang tersebut juga aktif melakukan perekrutan terhadap anak-anak yang masih di bawah umur. Mereka juga rutin melakukan latihan ala militer dan dan aktif melakukan pengumpulan sejata.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
