Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Desember 2023 | 04.55 WIB

Polri akan Tingkatkan Pengamanan saat Jenazah Lukas Enembe Tiba di Papua

Terdakwa kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi Lukas Enembe saat menjalani sidang. - Image

Terdakwa kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi Lukas Enembe saat menjalani sidang.

 
JawaPos.com - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan duka cita atas wafatnya mantan Gubernur Papua Lukas Enembe di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (26/12). Ia mengharapkan wilayah Papua tetap kondusif, mengingat masih dalam suasana Natal.
 
"Ini masih suasana duka dan terus berikut ini masih suasana Natal. Jadi, kami tidak mau ini diperlakukan seperti suasana yang mencekam, saya sangat yakin dan percaya keluarga besar dan sahabat Papua memahami situasi Natal sekarang ini," kata Fakhiri dihubungi, Selasa (26/12).
 
Meski demikian, Fakhiri mengaku akan meningkatkan pengamanan di wilayah Papua. Bahkan, Kepolisian Daerah Papua akan mengintensifkan patroli dalam menjaga keamanan di bumi cendrawasih.
 
"Jadi, kita tentunya akan kami tingkatkan pengamanan dan patroli. Tetapi tidak ada yang perlu kita takuti dan seolah-olah di Papua ini gawat di Jayapura. Tentunya kepada Kapolri akan kami berkoordinasi," ucap Fakhiri.
 
Fakhiri menjelaskan, peningkatan pengaman diberlakukan saat jenazah Lukas Enembe tiba di Papua, pada Rabu (27/12) besok. "Baik dalam perjalanan beliau menuju rumah duka dan pemakaman, dan juga selama perjalanan. Saat penjemputan beliau di Bandara, bisa diperlakukan selayaknya beliau sebagai seorang pemimpin," ujar Fakhiri.
 
Sebelumnya, mantan Gubernur Papua Lukas Enembe meninggal dunia setelah menderita gagal ginjal di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (26/12). Jenazah Lukas saat ini masih berada di rumah duka, sebelum akan diterbangkan untuk disemayamkan di Jayapura, Papua, pada Rabu (27/12) besok.
 
Pengacara Lukas Enembe, Antonius Eko Nugroho menceritakan detik-detik meninggalnya Lukas Enembe. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Lukas Enembe sempat berdiri dan memegang pinggang. 
 
"Menurut keterangan keluarga mendiang, yang setia mendampingi dan merawat beliau, Bapak Pianus Enembe, sebelum meninggal, Bapak Lukas minta berdiri, kemudian Bapak Pianus membantu Pak Lukas untuk berdiri, dengan memegang pinggang Bapak Lukas, tidak lama berdiri, Bapak Lukas menghembuskan nafas terakhirnya," ujar Antonius. 
 
Antonius menyebut, berdasarkan keterangan Pianus, sikap mendiang Lukas yang meminta berdiri, menunjukkan bahwa beliau kuat dan tidak bersalah. 
 
"Begitu, Bapak Lukas tidak bernafas lagi, langsung kami tidurkan dan memanggil  dokter. Sudah diberikan tindakan, namun Bapak sudah meninggal," pungkas Antonius menirukan keterangan Pianus. 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore