
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik
JawaPos.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan, pemeriksaan terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dan Direktur Utama Jasamarga Syubakti Sukur, dibutuhkan untuk mencari titik terang peristiwa penembakan terhadap enam laskar khusus pengawal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Peristiwa itu terjadi di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) pukul 00.30 WIB.
"Sekarang ini kan kita masih terus mengumpulkan bahan-bahan. Termasuk sudah melakukan olah lapangan tiga hari, saya pada hari ketiga juga turun langsung," kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik di kantornya, Senin (14/12).
Terkait dengan pendalaman tersebut, Komnas HAM saat ini belum bisa membeberkan secara rinci terkait temuan yang didapat. Sebab masih dibutuhkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan FPI.
"Kita masih dalam proses penelusuran, data, fakta, segala macam. Tentu Komnas HAM dengan mandat yang ada sebagai lembaga negara independen menelusuri menurut data, informasi, yang kami kumpulkan sendiri. Nanti kami kroscek juga kepada pihak kepolisian, pihak lain, termasuk saksi-saksi lapangan yang sudah kami temui," ucap Damanik.
Damanik tak memungkiri, peristiwa tewasnya enam simpatisan FPI menimbulkan pro dan kontra. Karena itu, Komnas HAM meminta publik untuk mendukung langkah yang dilakukan pihaknya terkait dugaan pelanggaran HAM dalam peristiwa tersebut.
"Karena masyarakat kan masih melihat katanya katanya. Kalau nanti kemudian kita ungkap kan akhirnya jadi baru di masyarakat. Kenapa? Karena sampai hari ini masyarakat sebetulnya hanya mendengar opini. Lihat saja beredar di masyarakat kita beredar opini, orang bikin youtubenya sendiri, orang bikin analisisnya sendiri, tapi dia tidak pernah melihat fakta itu langsung," tandas Damanik.
Untuk diketahui, terjadi bentrokan antara polisi dan laskar pengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (7/12) pukul 00.30 WIB. Dalam insiden itu, polisi menembak mati enam orang laskar FPI.
Baca juga: Komnas HAM Panggil Kapolda Metro Jaya Terkait Tewasnya 6 Laskar FPI
Kronologi peristiwa ini simpang siur. Menurut keterangan polisi, anggota Polri terpaksa menembak laskar FPI karena mendapat perlawanan dengan senjata api dan senjata tajam. Karena itu, polisi terpaksa melumpuhkan enam simpatisan FPI.
Sedangkan, menurut pihak FPI, keterangan polisi itu tidak benar. Tetapi para simpatisan FPI yang diserang polisi dan membantah terkait kepemilikan senjata api.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Rfb97J26abI

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
