Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Agustus 2023 | 21.13 WIB

KST Berulah di Nduga, Tiga Warga Tewas, Dua Kendaraan Dibakar

SASARAN PEMBAKARAN: Rumah yang diduga dibakar KST Kepala Air di Kampung Kago, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Sabtu (18/2). (HUMAS POLDA PAPUA) - Image

SASARAN PEMBAKARAN: Rumah yang diduga dibakar KST Kepala Air di Kampung Kago, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Sabtu (18/2). (HUMAS POLDA PAPUA)

JawaPos.com – Kelompok separatis teroris (KST) di Papua terus menyasar warga sipil. Penyerangan pada Rabu (16/8) di kompleks Yosoma, Jalan Batas Batu, Nduga, mengakibatkan tiga warga, dua di antaranya ASN, meninggal dunia. KST juga membakar dua kendaraan.

Peristiwa tersebut bermula saat tiga warga dalam perjalanan dari Batas Batu menuju Kenyam. Perjalanan dilakukan sejak Rabu sore, tapi sampai malam mereka belum juga tiba di tujuan. ”Masyarakat melaporkan, tim TNI dan Polri merespons dengan melakukan penyisiran,” kata Kabidhumas Polda Papua Kombespol Ignatius Benny Ady Prabowo.

Di lokasi, tim gabungan mendapati ketiganya sudah meninggal dunia dengan luka akibat tembakan senjata api. Mereka adalah Steven Didiway, Michael Rumaropen, dan Samsul Ahmad. ”Dua di antaranya warga asli Papua,” ucap dia. Personel TNI-Polri juga mendapati dua kendaraan dalam keadaan terbakar.

Saat ini tim gabungan TNI-Polri melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian. Khususnya di tempat yang secara mendadak sempat terjadi kontak tembak. ”Kami menduga kuat KST,” tegasnya.

Kapolres Nduga Kompol Vinsensius Jimmy Parapaga menjelaskan, korban tidak hanya mengalami luka tembak. Sebab, ditemukan pula luka akibat penganiayaan. Sehingga, kata dia, dapat diperkirakan, para korban tidak langsung ditembak, tapi dihadang terlebih dulu.

Meski sempat terjadi kontak tembak, Jimmy memastikan bahwa saat ini kondisi keamanan di Kota Kenyam kondusif. Meski begitu, pasukan gabungan tetap bertugas dalam status siaga satu. Status tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi aksi lanjutan dari para pelaku.

Sementara itu, berkaitan dengan kondisi di Papua, dalam kesempatan terpisah, Kasum TNI Letjen Bambang Ismawan sempat menyampaikan bahwa Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI masih memiliki tugas yang harus diselesaikan.

”Masih ada tugas. Komandan Koopssus TNI yang sekarang belum selesai karena ada sandera di Papua yang belum dibebaskan,” ungkapnya. (idr/syn/c9/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore