
Pemerintah Arab Saudi kembali mengeksekusi mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atas nama Tuti Tursilawaty pada Senin, (29/10)
JawaPos.com - Kebijakan otoritas Arab Saudi untuk melakukan hukuman mati terhadap Warga Negara Indonesia (WNI), Tuti Tursilawati lantaran telah melakukan pembunuhan terus menuai kecaman. Pasalnya, pemerintah setempat tak melakukan pemberitahuan dahulu kepada pihak Indonesia.
Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris menyebut, perlakuan pemerintahan Arab Saudi kepada Tuti berpotensi melanggar hukum internasional. Terutama mengenai etika diplomasi dan hukum yang telah menjadi kebiasaan internasional.
Anak buah Megawati ini bilang, kebiasaan internasional yang dimaksudkan adalah seluruh negara dunia wajib dan mengikat untuk memberikan pemberitahuan dahulu sebelum melakukan hukuman kepada warga negara lain.
"Ada konfensi WINA tahun 1993 terkait konsuleran yang memang belum di ratifikasi oleh Arab Saudi tetapi memang," ungkap Charles di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (1/11).
Karena itu, Charles mendukung penuh langkah menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk melakukan protes keras kepada pemerintahan Arab Saudi. Kemudian ia juga mendukung pemerintah mengkaji ulang pengiriman buruh migran ke negara penghasil minyak tersebut.
"Saya mendukung penuh moratorium terhadap 21 negara yang pernah diterapkan presiden Jokowi sekitar tahun 2015 yang lalu. Sehingga, tidak ada lagi pengiriman TKI buruh migran Indonesia ke negara-negara yang perlindungan terhadap HAM masih lemah. Kita ketahui Arab Saudi juga masuk," ungkap dia.
Lebih jauh lagi, Charles juga mendorong pemerintah untuk bisa menerbitkan regulasi yang kuat yang melindungi tenaga kerja buruh migran. Baginya, regulasi itu bakal melarang buruh migran ke negara yang perlindungan HAM nya lemah.
"Soalnya saya lihat buruh migran Indonesia melakukan hukuman (mati) ini kan bukan karena psikopat. Pasti ada awal mulanya. Penyebabnya mungkin saja dia dilecehkan terus menerus," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
